Dolar Melemah Tertekan Suramnya Data Ekonomi Amerika

Sabtu 22 Juni 2019 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 22 278 2069537 dolar-melemah-tertekan-suramnya-data-ekonomi-amerika-NilgXab4bd.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang utama saingannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pelaku pasar mempertimbangkan sejumlah data baru ekonomi negara itu yang suram.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor manufaktur AS dari IHS Markit Flash yang disesuaikan secara musiman tercatat 50,1 pada Juni, turun dari 50,5 pada Mei, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh penyedia informasi Inggris IHS Markit pada Jumat 21 Juni 2019.

 Baca Juga: Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Terus Naik

Angka PMI manufaktur tersebut adalah yang terendah sejak September 2009 dan hanya sebagian kecil di atas ambang batas netral 50,0.

Sementara itu, Indeks Aktivitas Bisnis PMI sektor jasa-jasa AS dari IHS Markit Flash yang disesuaikan secara musiman adalah 50,7 pada Juni, turun dari 50,9 pada Mei, menandai pertumbuhan output jasa-jasa paling lambat sejak kenaikan saat ini dimulai pada Maret 2016, kata laporan itu.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,42% menjadi 96,2195 pada akhir perdagangan. Demikian seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

 Baca Juga: Dolar AS Melemah Imbas 'Janji' The Fed Turunkan Suku Bunga

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1368 dolar AS dari 1,1292 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2735 dolar AS dari 1,2699 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6926 dolar AS dari 0,6923 dolar AS.

Dolar AS dibeli 107,41 yen, lebih tinggi dari 107,27 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9769 franc Swiss dari 0,9806 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3209 dolar Kanada dari 1,3191 dolar Kanada.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini