Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Tiket Pesawat Turun hingga Rumah di Bawah Rp30 Miliar Bebas Pajak

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 22 Juni 2019 |10:03 WIB
Harga Tiket Pesawat Turun hingga Rumah di Bawah Rp30 Miliar Bebas Pajak
Ilustrasi: Foto Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah akan segera menurunkan tarif tiket pesawat khusus penerbangan murah atau Low Cost Carierr (LCC) domestik untuk merespons masih mahalnya harga tiket transportasi udara tersebut.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut perlu ada penertiban tunjangan pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya, hal ini memicu ketimpangan pendapatan PNS satu dengan yang lainnya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 86/PMK.010/2019 tentang Perubahan atas PMK Nomor 35/PMK.010/2017 tentang Jenis Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

 Baca Juga: Harga Rumah di Bawah Rp30 Miliar Kini Bebas Pajak Barang Mewah

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Harga Tiket Pesawat Dijamin Turun Pekan Depan

Pemerintah akan segera menurunkan tarif tiket pesawat khusus penerbangan murah atau Low Cost Carierr (LCC) domestik untuk merespons masih mahalnya harga tiket transportasi udara tersebut. Penurunan tiket pesawat LCC domestik nantinya hanya khusus jadwal penerbangan tertentu.

Keputusan tersebut diambil usai dilakukan rapat koordinasi tentang tiket pesawat pada siang hari ini. Dalam rapat tersebut, dihadiri Menteri Koordiantor bidang Perekonomian Darmin Nasution, lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Selain itu, hadir juga pihak maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Group. Kemudian hadir stekholder penunjang yakni PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

 Baca Juga: Menteri Rini Minta Garuda Hitung-hitungan Penurunan Harga Tiket Pesawat

Menteri Koordiantor bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penurunan harga tiket pesawat paling lambat berlaku pada pekan depan. Meskipun begitu belum bisa menyebutkan berapa angka pasti dari penurunan harga tiket pesawat LCC domestik tersebut.

Menurut Darmin, penurunan LCC ini sudah disepakati oleh pihak maskapai. Tak hanya itu, penurunan ini juga akan disupport oleh stekholder lainya baik itu dari pengelola bandara maupun penjual avtur hingga pemerintah dengan memberikan insentif.

“Jangan tanya turunnya berapa tunggu aja. Berapa lama tunggu seminggu ini akan disampaikan oleh masing-masing maskapai,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Darmin menambahakan, dengan penurunan tiket pesawat ini diharapkan masyarakat tidak lagi mengeluhkan mengenai tiket yang masih mahal. Karena menurutnya, selama ini dirinya mendapatkan banyak keluhan jika harga tiket pesawat masih mahal.

 Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Turun, Menhub: Mari Kita Tunggu

Padahal katanya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sudah menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat di kisaran 12-16%. Namun hingga saat inii, tiket pesawat masih terhitung mahal, bahkan pada musim mudik lebaran tahun ini penumpang pesawat turun 27% dibandingkan tahun lalu.

“Oleh karena itu pada hari ini untuk dua hal tadi merespon harapan masyarakat, untuk tetap menjaga keberlangsungan industri penerbangan itu telah diambil kesimpulan dan mewujudkan kebijakan,” jelasnya

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap pihak maskapai mengikuti keputusan bersama ini. Bahkan dirinya berharap jika kebijakan ini bisa diterapkan segera oleh pihak airlines.

“Keberlangsungan angkutan udara harus kita jaga. Karena kita negara kepulauan harus ada seluruh pihak bersedia men-support seperti AP I dan AP II, Airnav dan pihak-pihak yang memberikan beban cost dari kumulasi (harga tarif),” kata Budi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement