nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin Jamin Penurunan Pagu di 2020 Tak Pengaruhi Kinerjanya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 13:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 20 2070623 menko-darmin-jamin-penurunan-pagu-di-2020-tak-pengaruhi-kinerjanya-CIpPZbXv2V.jpeg Raker Kementerian Koordinator dengan Banggar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meminta pagu indikatif untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp409,35 miliar. Usulan tersebut disampaikan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dalam pembahasan anggaran untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Beanja Negara (RAPBN) 2020.

Pagu tersebut turun sebesar Rp4,8 miliar dibandingkan pagu anggaran Kemenko Perekonomian di tahun 2019 yang sebesar Rp414,16 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, turunnya pagu anggaran tak akan menurunkan kinerja Kemenko Perekonomian. Tahun depan kementerian ini memiliki 26 program prioritas dan 40 program reguler.

Baca Juga: Menko Darmin hingga Menko Luhut Bahas Anggaran 2020 di DPR

"Meski anggaran turun, bukan berati kinerja kegiatan juga turun. Ini sudah kita sesuaikan dengan pagu indikatif sesuai arahan presiden," ujarnya dalam rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Adapun beberapa program prioritas Kemenko Perekonomian pada tahun depan di antaranya, kredit usaha rakyat (KUR), insentif fiskal, klaster bisnis pertanian, peremajaan sawit rakyat, reforma agraria, mandatori B20, e-commerce, vokasi.

Ada juga relaksasi daftar negatif investasi, industri ekspor, ketahanan mitigas bencana, hingga sengketa perdagangan World Trade Organization (WTO).

Baca Juga: Fakta di Balik Anggaran Bea Cukai Rp3,6 Triliun Beli Anjing Pelacak

Dia menjelaskan, pagu anggaran yang lebih rendah tersebut karena adanya penurunan anggaran program koordinasi kebijakan bidang perekonomian menjadi Rp223,21 miliar. Pada tahun ini, program tersebut dianggarkan sebesar Rp247,75 miliar.

Sementara anggaran yang berkaitan dengan dukungan manajemen tugas dan teknis lainnya, justru mengalami peningkatan menjadi Rp186,14 miliar di tahun depan. Di mana pada 2019 dianggarkan sebesar Rp166,40 miliar.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini