nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Posisi Investasi Internasional RI Tembus USD331,2 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 13:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 01 320 2073065 posisi-investasi-internasional-ri-tembus-usd331-2-miliar-x7ALMB2flt.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir kuartal I-2019 mencatat kewajiban neto sebear USD331,2 miliar (31,5% terhadap PDB) meningkat dibandingkan dengan posisi kewajiban neto pada akhir kuartal IV/2018 sebesar USD318,6 miliar (30,6% terhadap PDB). Peningkatan PII ini disebabkan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).

“Posisi KFLN Indonesia yang meningkat terutama didorong oleh besarnya aliran ma suk modal asing dalam bentuk investasi portofolio dan investasi langsung,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko di Jakarta.

Hal itu mencerminkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap prospek perekonomian domestik. Selain itu, berkurangnya risiko ketidakpastian di pasar keuangan global turut menjadi faktor pendorong aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio dan investasi langsung.

 Baca Juga: Investasi di Indonesia, Hyundai Motor Mulai Produksi di 2021

Pada akhir kuartal I/2019, posisi KFLN naik 3,5% (qtq) atau sebesar USD23,3 miliar menjadi USD689,0 miliar. Menurutnya, posisi KFLN meningkat dipengaruhi faktor revaluasi positif atas nilai instrumen finansial domestik sejalan dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan faktor pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, yang berdampak pada peningkatan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.

Posisi AFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh meningkatnya posisi aset investasi lainnya dan cadangan devisa. Posisi AFLN pada akhir kuartal I/2019 tercatat naik 3,1% (qtq) atau sebesar USD10,6 miliar menjadi USD357,8 miliar.

Posisi AFLN yang meningkat didukung oleh kenaikan rerata indeks saham negara-negara penempatan AFLN dan faktor pelemahan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama penempatan cadangan devisa.

 Baca Juga: Usai Putusan MK, Investor Akan Banyak Berinvestasi

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada kuartal I/2019 masih tetap sehat. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban neto PII Indonesia yang masih didominasi instrumen berjangka panjang. Meski demikian, kata dia, BI akan te tap mewaspadai risiko kewajiban neto PII terhadap perekonomian.

BI pun meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan stabilitas perekonomian yang terjaga dan pemulihan ekonomi Indonesia yang berlanjut didukung oleh kon sistensi serta sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan pen da laman pasar keuangan, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini