Adanya Restrukturisasi di Krakatau Steel, Ini Permintaan Buruh Cilegon

Rabu 03 Juli 2019 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 320 2074065 adanya-restrukturisasi-di-krakatau-steel-ini-permintaan-buruh-cilegon-fUqBljxrrk.jpg Buruh PT Krakatau Steel

CILEGON - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) akan melakukan sejumlah langkah untuk memperbaiki kinerja perseroan, salah satunya restrukturisasi perusahaan. Namun, hal tersebut mendapat penolakan dari pekerja yang beranggapan akan ada Pemutusan hubungan Kerja (PHK).

Serikat Buruh Krakatau Steel (SBKS) menolak restrukturisasi dan PHK sepihak yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel.

 Baca juga: Bos Krakatau Steel Ajak Anak Usaha Sama-Sama Selamatkan Bisnis Baja

"Kami khawatir terjadi PHK sepihak. Bagaimana nasib kami dan masa depan keluarga kami. Ini yang perlu dipikirkan oleh perusahaan," kata Ipin Saripudin salah seorang buruh PT Krakatau Steel melansir laman antaranews.

 Krakatau Steel

Para buruh khawartir jika terjadi restukturisari yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel, maka dampaknya bisa terjadi PHK yang akan menimpa terhadap ribuan buruh yang selama ini menggantungkan hidup dari perusahaan dibawah PT Krakatau Steel. Dampak lainnya nanti pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Banten akan bertambah jika terjadi PHK.

Oleh karena itu, para buruh juga selain menuntut pihak PT Krakatau Steel agar tidak melakukan restukturisari dan PHK sepihak, juga meminta kepada pemerinitah Provinsi Banten dan juga Pemkot Cilegon segera menyikapi persoalan tersebut dan mencarikan jalan keluar sebelum terjadi PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan.

 Baca juga: Tak Ingin Bangkrut, Krakatau Steel Lakukan Restrukturisasi

Salah satu buruh PT Krakatau Steel, Muhari Machdum mengatakan, aksi yang dilakukan bertujuan untuk sama-sama para buruh berjuang agar kebijakan resturkturisasi dan PHK sepihak tidak dilakukan oleh pihak PT Krakatau Steel. Sebab jika kebijakan tersebut benar-benar dilaksananakan akan berdampak terhadap ribuan buruh yang terancam di PHK.

"Saya minta rencana ini dibatalkan, karena kenyataannya mulai tanggal 1 Juni 2019 sudah ada sekitar 529 karyawan outsourching yang dirumahkan dari total 2.600 karyawan," kata Muhari.

Ia mengaku sudah bekerja sekitar 20 tahun sebagai pekerja outsourching PT Krakatau Steel meskipun sebelumnya ia pernah juga menjadi karyawan organik di PT Krakatau Steel. Namun dengan alasan efisiensi dan alasan lainnya, saat ini rencananya 2600 karyawan outsourching di bagian produksi baja PT Krakatau Steel tersebut akan dirumahkan setelah Agustus 2019.

"Intinya kami menolak dirumahkan, apalagi di PHK sepihak. Kami dari serikat tidak pernah diajak bicara membahas persoalan ini," kata Muhari yang juga Wakil Ketua Umum Serikat Buruh Krakatau Steel (SBKS).

 Baca juga: Pendapatan Anjlok 13,82%, Begini Upaya Krakatau Steel untuk Bangkit

Ia menjelaskan, sejak 1 Juni 2019 atau menjelang lebarang sudah banyak karyawan outsourching yang dirumahkan dengan alasan tidak jelas dan kebijakan tersebut dilakukan sepihak oleh perusahaan.

Bahkan nasib dari 2.600 karyawan outsourching PT Krakatau Steel juga sampai saat ini belum jelas nasibnya karena menunggu keputusan setelah Agustus 2019.

Ia menjelaskan, sejak 1 Juni 2019 atau menjelang lebarang sudah banyak karyawan outsourching yang dirumahkan dengan alasan tidak jelas dan kebijakan tersebut dilakukan sepihak oleh perusahaan.

Baca juga: 'Bosan' Rugi, Begini Cara Krakatau Steel Meraup Untung

Bahkan nasib dari 2.600 karyawan outsourching PT Krakatau Steel juga sampai saat ini belum jelas nasibnya karena menunggu keputusan setelah Agustus 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini