Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,17%, Sri Mulyani: Tertinggi 4 Tahun Terakhir

Kamis 04 Juli 2019 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 04 20 2074619 pertumbuhan-ekonomi-2018-capai-5-17-sri-mulyani-tertinggi-4-tahun-terakhir-g2zDRWdIBK.jpg Foto: Sri Mulyani (Facebook)

JAKARTA - Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI) Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia pada 2018 tumbuh 5,17%, lebih tinggi dibandingkan 5,07% pada 2017.

"Perekonomian Indonesia yang kami laporkan dalam pertanggungjawaban pelaksanaan APBN Tahun Anggaran (TA) 2018 menunjukkan beberapa capaian yang cukup baik," katanya seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

 Baca Juga: Rupiah Tembus Rp15.000/USD, Sri Mulyani: 2018 Bukan Tahun yang Mudah

Menteri mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada 2018 merupakan pertumbuhan tertinggi selama empat tahun terakhir.

Dia juga menyebutkan bahwa eskalasi ketegangan perang dagang dan kondisi persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dengan China serta perubahan kebijakan moneter di AS menjadi tantangan yang muncul di sepanjang 2018.

Kondisi tersebut memengaruhi perekonomian Indonesia dan negara berkembang lainnya, katanya lebih lanjut.

 Baca Juga: Strategi Sri Mulyani Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi di 2020

Namun demikian, respons kebijakan dan koordinasi solid antara pemerintah, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata dia, dapat meminimalisasi dampak risiko global tersebut.

Dengan demikian, stabilitas ekonomi di dalam negeri dapat terjaga dengan baik.

Dengan pertumbuhan ekonomi yanh cukup baik pada 2018, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2018 dapat mencapai Rp14.837,4 triliun, meningkat dibandingkan Rp13.587,2 triliun pada 2017.

Selain itu, Menteri Sri Mulyani juga mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut ditopang oleh kondisi ekonomi makro yang cukup kondusif.

Indikasi tersebut tercermin dari tingkat inflasi pada 2018 yang tercatat sebesar 3,13% atau di bawah target inflasi yang telah ditetapkan di dalam APBN TA 2018, yaitu 3,50%.

Rendahnya tingkat inflasi tersebut turut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dalam menjaga harga energi dalam negeri, terutama harga bahan bakar dan tarif listrik yabg berdampak pada terjaganya daya beli masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini