Investasi Kelistrikan di RI Tembus Rp68,73 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 04 320 2074460 investasi-kelistrikan-di-ri-tembus-rp68-73-triliun-shPKHGvHmR.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Pemerintah mencatat realisasi investasi sektor kelistrikan hingga Mei 2019 mencapai USD4,74 miliar atau setara Rp68,73 triliun melampaui target yang ditetapkan sebesar USD2,41 miliar. Investasi tersebut juga lebih tinggi 34,66% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD32,2 miliar.

”Realisasi investasi ini akibat dari perizinan subsektor ketenagalistrikan yang semakin sederhana, cepat, mudah, dan jelas. Ke depan masih ada ruang-ruang untuk terus ditingkatkan,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana di Jakarta kemarin.

 Baca Juga: Arab Saudi Siap Guyur Investasi Rp99 Triliun di Indonesia

Menurut dia, investasi terbesar berasal dari proyek pembangkit listrik sebesar USD3,12 miliar atau setara Rp45,28 triliun atau mencapai 65,82% dari total investasi.

Pihaknya merinci investasi pembangkit listrik PT PLN (Persero) senilai USD1,13 miliar atau Rp16,39 triliun, proyek produsen listrik swasta (independent power producer/ IPP) sebesar USD1,83 miliar atau Rp26,48 triliun, dan dari pembangkit listrik swasta ter integrasi (private power utility/ PPU) sebesar USD165 juta atau Rp2,39 triliun.

Tak hanya itu, investasi sektor ketenagalistrikan juga ditopang dari pembangunan transmisi, gardu induk (GI), dan distribusi. Rinciannya untuk transmisi tercatat sebesar USD625 juta atau Rp9,06 triliun, investasi gardu induk sebesar USD264 juta atau Rp3,82 triliun dan distribusi sebesar USD729 juta atau Rp10,57 triliun. Sementara untuk target investasi tahun ini sebesar USD12,4 miliar atau Rp170,22 triliun.

 Baca Juga: Usai Putusan MK, Investor Akan Banyak Berinvestasi

Untuk mengejar target tersebut, pihaknya terus memperbaiki layanan perizinan subsektor ketenagalistrikan dan optimalisasi online single submission (OSS). ”Kami akan melihat ruang-ruang untuk bisa dioptimalkan supaya target dapat tercapai,” tandas dia.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu optimistis target investasi sektor ketenagalistrikan tahun ini dapat tercapai. Hal itu dilihat dari tren investasi yang terus mengalami peningkatan. Bahkan, menurut dia, realisasi investasi sampai akhir tahun ini bisa melebihi target yang ditetapkan yakni sebesar USD14 miliar atau Rp203 triliun.

Adapun investasi tersebut akan diperoleh dari proyek pem bangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi. Di sisi lain, pemerintah akan terus memaksimalkan kemudahan perizinan di subsektor ketenagalistrikan. ”Saya prediksi sampai akhir tahun investasi bisa melebihi target, mungkin sekitar USD14 miliar,” ungkapnya.

Proyek 35.000 Mw Mundur

Di sisi lain, Jisman mengatakan bahwa penyelesaian proyek 35.000 megawatt (mw) diperkirakan mundur hingga 2028. Hal itu mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi listrik Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan konsumsi listrik tidak setinggi proyeksi awal sehingga wajib disesuaikan dengan pembangunan infrastrukturnya.

”Kalau dilihat memang ada pergeseran dan sebagian COD (commercial of date ) itu bisa 2028. Itu disesuaikan dengan pertumbuhan sistem setempat,” kata dia. Dia mengatakan, sampai 15 Juni 2019 proyek pembangkit yang telah COD baru sekitar 3.617 mw atau 10% dari target keseluruhan.

Adapun secara mayoritas masih berada dalam tahap konstruksi sebesar 57% atau sebesar 20.119 mw. Dia memastikan, mundurnya penyelesaian proyek 35.000 mw bukan karena terjadi permasalahan. Pasalnya, telah banyak perjanjian jual beli listrik yang telah ditandatangani (power purchase agreement /PPA).

Adapun total proyek yang telah PPA mencapai 33.251 mw atau 93,83%. Hanya tersisa sebesar 2.187 mw yang belum menandatangani PPA. ”Jadi pada dasarnya tinggal sedikit yang belum PPA. Dari situ terlihat tidak terjadi permasalahan tapi hanya COD saja yang disesuaikan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini