nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lokasi Stasiun LRT Dikaji Pemkot Bogor

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 09:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 09 320 2076426 lokasi-stasiun-lrt-dikaji-pemkot-bogor-2o5bXGKbrW.jpg LRT (Okezone)

BOGOR – Pemkot Bogor masih mengkaji lokasi yang bakal dijadikan stasiun akhir light rail transit (LRT). Pemerintah pusat berupaya melanjutkan proyek pembangunan jalur kereta ringan dari Cibubur, Jakarta Timur ke Bogor.

“Soal LRT, pemerintah pusat akan melakukan proses lelang pada September. Kami masih membahas ke mana LRT akan mendarat (stasiun), apakah Terminal Baranangsiang, Bogor Timur atau Tanah Baru, Bogor Utara,” ujar Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim kemarin.

Pihaknya segera membahas terkait penentuan stasiun LRT di Kota Bogor pekan depan. Dua opsi stasiun akhir LRT Bogor sedang dipertimbangkan dari ber bagai aspek, seperti kondisi Ter minal Baranangsiang yang saat ini secara teknis untuk asetnya dalam proses penyerahan ke pemerintah pusat.

 Baca juga: Jalur LRT Palembang Gelap Gulita, Ini Penyebabnya!

“Jika di pilih opsi Terminal Baranang siang perlu dipikirkan menyangkut layanan transportasinya, kemudian bagaimana selama proses pembangunan,” ucapnya.

 LRT

Dia mengusulkan alternatif saat proses pembangunan Terminal Baranangsiang tidak dilakukan pemindahan terminal, te tapi pendistribusian trayek. Misalnya untuk trayek melayani Bogor-BSD-Ciputat-Parung-Jakarta Selatan dipindahkan ke Terminal Bubulak. Sementara trayek Bogor-Cicurug- Cibadak-Sukabumi digeser ke Ciawi.

“Sedangkan yang Kota Bo gor tetap melayani yang sekarang ini yakni Bogor-Jakarta, Bogor-Bandung,” kata Dedie.

Mantan direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengungkapkan, proyek LRT erat kaitannya dengan program rerouting (penataan ulang trayek) angkutan kota yang terkatung-katung. Maka itu, Pemkot Bogor akan menyelaraskan juga program tersebut dengan pelaksanaan pembangunan LRT di Kota Bogor.

 Baca juga: Pembebasan Lahan LRT Jabodebek Ditargetkan Rampung Bulan Ini

“Jika kita lakukan rerouting salah, akan berdampak pada proses yang akan dilaksanakan ini. Kami akan bahas dulu setelah urusan LRT beres,” ucapnya.

Proyek LRT saat ini sudah ter sambung penuh dari Cawang hingga Cibubur melalui beberapa stasiun di antaranya Taman Mini, Kampung Rambutan, Ciracas, serta Cibubur.

Penataan Transportasi di DKI Jadi Tantangan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kini mempunyai pimpinan definitif setelah beberapa bulan dipimpin pelaksana tugas (plt).

 Baca juga: Integrasi LRT-BRT, Kemenhub Siapkan O-Bahn Jadi Transportasi Baru

Kemarin Syafrin Liputo dari Balai Pengelola Transportasi Darat Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dilantik menjadi kepala Dishub DKI oleh Gubernur Anies Baswedan. Nama Syafrin tidak asing di lingkungan Pemprov DKI. Dia pernah menjabat kepala bidang operasional Dishub DKI Jakarta pada 2016.

“Mudah-mudahan kita bisa menyatukan langkah dan irama dalam rangka me nata transportasi Jakarta,” ujar Syafrin.

Alasan dia melamar posisi kepala Dishub DKI lantaran penataan transportasi di Ibu Kota adalah tantangan besar, apalagi dirinya pernah merancang konsep pola transportasi makro. Dengan menjabat kepala dinas, dia berharap dapat mengimplementasikannya sehingga visimisi gubernur menciptakan sistem transportasi angkutan umum yang andal dan meminimalisasi kemacetan terwujud.

“Integrasi itu hanya menjadi salah satu faktor penunjang yang utama sebenarnya itu ada dua, yaitu bagaimana kita membangun konektivitas dan menyiapkan aksesibilitas,” kata nya.

Selain Syafrin, ada 14 pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov DKI yang dilantik. Untuk posisi kepala dinas sumber daya air (SDA) dijabat Juaini.

“2004-2013 saya di Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat. Ke depan sesuai arah gubernur, kita buat naturalisasi,” ucapnya.

Baca juga: Operasional LRT Jakarta Belum Terbit


Dia menyebutkan ada empat fokus penanganan banjir, yakni naturalisasi, sheet file laut, air limbah dan air bersih, serta memperkuat sumber daya manusia (SDM) untuk menjaga pompa.

Anies menekankan setiap pejabat tinggi pratama yang baru dilantik dapat mempelajari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) be serta target-target yang harus dicapai di dalamnya. RPJMD merupakan dasar bagi setiap pejabat untuk menjadi pemimpin bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD) yang berada di bawahnya secara struktur pemerintahan.

Baca juga: Kapan Izin Operasional LRT Jakarta Terbit?


“Jadilah pemimpin di bidang yang Saudara-Saudara pegang amanatnya. Jangan hanya menjadi pemegang jabatan, tapi jadilah pemimpin yang artinya diteladani, dipercayai, dan karena itu di ikuti secara sukarela. Bukan semata-mata karena punya tanda tangan, tapi karena di percaya oleh seluruh anak buahnya,” ujar Anies.

Menurut dia, fokus kerja Pem prov DKI adalah memajukan kota dan kebahagiaan warga nya. Dia berharap pejabat juga senantiasa menjunjung tinggi keberpihakan berasaskan keadilan sosial bagi rakyat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini