nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dipercepat, Rest Area Puncak Rampung Akhir Tahun Ini

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 10:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 10 320 2076913 dipercepat-rest-area-puncak-rampung-akhir-tahun-ini-Pn78goYEQn.jpg Rest Area (Antara)

BOGOR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan rest area yang berlokasi di tepi Jalan Raya Puncak, tepatnya Perkebunan Teh Gunung Mas, Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Proyek tersebut harus tuntas akhir tahun ini sehingga dapat segera dimanfaatkan ratusan pedagang kali lima (PKL) yang dibongkar lapaknya pada 2017. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR Chrisman menyebutkan, ada tiga kegiatan yang harus dikerjakan saat ini yakni pembangunan jalan lingkungan, trotoar, serta pemerataan lahan parkir.

 Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Korbankan 45.000 Kontraktor Dalam Negeri?

Tiga pekerjaan fisik tersebut baru dimulai Minggu (7/7) menyusul memorandum of understanding (MoU) antara tiga pihak, yaitu Kementerian PUPR, Ditjen Cipta Karya, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor.

 Ilustrasi rest area di tol

”Untuk perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan tersebut baru ditandatangani pekan depan. Tahapan kerja sama itu ada dua, pertama MoU dulu. Sebenarnya kita menunggu PKS, hanya kita minta izin untuk pekerjaan karena sudah berkontrak dan kita mulai duluan ternyata diizinkan dan PKS-nya paralel,” ujarnya kemarin.

Pembangunan rest area saat ini fokus pekerjaan jalan lingkungan dengan lebar 8-16 meter yang telah disesuaikan dengan detail engineering design (DED).

 Baca juga: Tak Hanya Infrastruktur Kelas Berat, Jembatan Pengantin pun Jadi Sorotan

”Kalau jalan lingkungan itu menurut Peraturan Menteri No 19/2011 lebarnya hanya diperkenankan 5,5 meter. Namun, karena ini kebutuhan rest area dan hasil kesepakatan luas ataupun lebar jalan lingkungan disesuaikan dengan DED proyek,” kata Chrisman.

Setelah pekerjaan tersebut tuntas pada Desember 2019 kemudian pekerjaan lain bisa dilanjutkan Disperdagin dan Ditjen Cipta Karya untuk finalisasi dari pembangunan rest area.

”Idealnya pekerjaan harusnya berbarengan, tapi sesuai kesepakatan kita duluan yang kerja. Disperdagin itu pekerjaannya kios-kios. Kalau Ditjen Cipta Karya nantinya itu fasosfasum serta seluruh fasilitas rest area,” ungkapnya.

Bupati Bogor Ade Yasin menambahkan, Pemkab Bogor kembali menganggarkan proyek rest area pada APBD 2019 dengan angka lebih besar yakni Rp15 miliar. Untuk pendanaannya dibantu Kementerian PUPR.

”Jika ditotalkan keseluruhan anggaran pembangunan rest area mencapai Rp116 miliar. Mudahmudahan cepat selesai dan bisa dipergunakan para PKL yang biasa berjualan di Puncak pascapenertiban untuk pelebaran jalan dua tahun lalu,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini