Asal-usul Hot Dog: Persaingan 2 Toko dalam Sejarah Makanan Amerika

Kamis 11 Juli 2019 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 11 320 2077570 asal-usul-hot-dog-persaingan-2-toko-dalam-sejarah-makanan-amerika-bTsQzzLsqn.jpg Hot Dog (Foto: Theindependent)

Pada tahun 1871, Feltman menyewa sebidang kecil tanah di West 10th Street dan membuka sebuah restoran bernama Feltman's Ocean Pavillion.

Setelah bisnisnya sukses, ia melakukan ekspansi, dan pada pergantian abad, gerai pai Feltman yang sederhana telah tumbuh menjadi sebuah kerajaan bisnis yang mencakup seluruh blok - lengkap dengan sembilan restoran, roller coaster, komidi putar, ballroom, bioskop outdoor, hotel, bir taman, pemandian, paviliun dan desa Alpine yang pernah menjamu Presiden AS William Howard Taft.

Menurut Sharon Seitz dan Stuart Miller dalam buku mereka, The Other Islands of New York City, Feltman bahkan membujuk Andrew Culver, presiden Prospect Park dan Coney Island Railroad, untuk memperpanjang jadwal kereta api barunya sehingga pelanggan dapat tinggal di Feltman untuk makan malam.

Pada puncaknya, Feltman meproduksi hingga 40.000 red hot sehari, plus hidangan makanan laut di komplek Ocean Pavilion-nya yang lebih berkelas.

Feltman meninggal pada tahun 1910 dalam keadaan kaya raya. Perusahaannya, yang pada saat itu dikelola oleh putra-putranya Charles dan Alfred, mempekerjakan lebih dari 1.000 orang, dan pada tahun 1920-an, Feltman dianggap sebagai restoran terbesar di dunia.

Di puncak kepopuleran red hot pada awal abad ke-20, keluarga Feltman mempekerjakan seorang imigran Polandia bernama Nathan Handwerker sebagai pengiris roti.

Menurut Lloyd Handwerker (cucu Nathan) dalam bukunya Famous Nathan, setelah dua teman mendorong Handwerker untuk membuka bisnis red hot-nya sendiri, ia kadang-kadang tidur di lantai dapur di Feltman untuk menghemat uang.

Kemudian pada tahun 1916, berbekal pinjaman US$300 dan resep keluarga istrinya, Handwerker membuka tokonya sendiri yang berjarak hanya beberapa blok dari majikan lamanya.

Handwerker menyadari bahwa untuk bersaing dia perlu menarik perhatian massa, jadi ia menjual hot dog-nya dengan harga lima sen, mengalahkan Feltman, yang pada saat itu, menagih sepuluh sen untuk hot dog mereka.

Setelah berusaha untuk bertahan selama Depresi Besar dan Perang Dunia Kedua, keluarga Feltman akhirnya menjual bisnis mereka pada tahun 1940-an. Pemilik barunya mempertahankan bisnis yang pernah menyandang slogan 'melayani jutaan' itu sebelum menutupnya untuk selama-lamanya pada tahun 1954.

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, Nathan menjadi satu-satunya warung hot dog yang diperhitungkan di trotoar Pulau Coney, dan banyak penggemar hot dog Feltman yang lebih besar dan lebih berair pun merasa kehilangan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini