nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asal-usul Hot Dog: Persaingan 2 Toko dalam Sejarah Makanan Amerika

Kamis 11 Juli 2019 14:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 320 2077570 asal-usul-hot-dog-persaingan-2-toko-dalam-sejarah-makanan-amerika-bTsQzzLsqn.jpg Hot Dog (Foto: Theindependent)

JAKARTA - Jika ada makanan yang merepresentasikan Amerika, penganan itu adalah hot dog. Sosis frankfurter yang diapit dengan roti ini dijual di setiap pertandingan bisbol, dipanggang di hampir setiap acara barbekyu di halaman belakang, dan tersedia di toko-toko pinggir jalan dari Carolina ke California.

Bahkan, asal-usul makanan Amerika paling populer ini bermula ketika AS mulai menyatukan diri kembali pada tahun 1860-an setelah Perang Sipil Amerika dan membentuk identitas barunya.

Tapi meskipun Anda sekarang dapat menemukan sandwich sosis berbumbu ini di semua daerah di Amerika, tempat kelahiran hot dog yang terkenal berada di Pulau Coney, New York.

Di sudut Surf dan Stillwell Avenue, terdapat satu toko bernama 'Nathan's Famous' yang dengan bangga mengiklankan: 'Ini yang asli: hot dog terkenal di dunia sejak 1916'.

Baca Juga: 3 Tips Membangun Personal Branding bagi Milenial di Sosial Media

Tapi, hanya dua blok dari situ, ada sebuah toko kecil tepat di samping rollercoaster Cyclone yang bersejarah itu dengan papan nama bertuliskan: 'Feltman's of Coney Island: Hot dog asli - 1867'.

Meskipun Nathan membanggakan bahwa ia adalah yang 'asli', ternyata mereka bukan perusahaan pertama di trotoar Pulau Coney yang menjual hot dog.

Menurut penduduk asli Brooklyn dan sejarawan Pulau Coney, Michael Quinn, seorang imigran Jerman bernama Charles L Feltman menjajakan hot dog di sepanjang jalan yang ramai itu berpuluh-puluh tahun sebelum Nathan dilahirkan.

Daging Hot Dog

Feltman datang ke AS pada tahun 1856. Seperti banyak imigran Jerman pada waktu itu, ia menggemari sosis frankfurter yang umum di tanah kelahirannya.

Seorang tukang roti yang terlatih, Feltman membuka toko roti di Brooklyn pada tahun 1865 dan mendapatkan penghasilan yang layak dengan mengirimkan pai ke toko-toko di Pulau Coney menggunakan kereta dorong, sambil berjualan kerang sebagai bisnis sampingannya.

Baca Juga: Generasi Milenial Harus Mengerti Kebutuhan Kerja Masa Kini

Ketika Coney Island dan Brooklyn Railroad yang baru dibuka membawa lebih banyak orang dari Manhattan ke pantai pada akhir 1860-an, para pelanggan berkata kepada Feltman bahwa mereka ingin makan makanan panas, bukan kerang yang dingin, menurut Richard F Snow, mantan editor majalah American Heritage.

Jadi pada tahun 1867, Feltman memanggil seorang pengrajin memintanya untuk memodifikasi kereta dorongnya. Si pengrajin menambahkan kompor arang untuk memasak sosis dan kotak logam untuk menghangatkan roti.

Musim panas itu, ketika bangsa Amerika tengah memulihkan diri dari Perang Sipil, Feltman mendorong kereta istimewanya mengitari Pulau Coney, menjual hampir 4.000 'Coney Island red hots' dalam roti panjang khasnya dengan harga lima sen. Roti itu, modifikasi dari cara sosis frankfurter disajikan di Jerman, membuat sosis lebih mudah dimakan di pantai.

Istilah 'hot dog' belum diciptakan sampai beberapa tahun ke depan, tapi Feltman telah sukses menciptakan versi Amerika dari makanan khas Jerman.

Pada tahun 1871, Feltman menyewa sebidang kecil tanah di West 10th Street dan membuka sebuah restoran bernama Feltman's Ocean Pavillion.

Setelah bisnisnya sukses, ia melakukan ekspansi, dan pada pergantian abad, gerai pai Feltman yang sederhana telah tumbuh menjadi sebuah kerajaan bisnis yang mencakup seluruh blok - lengkap dengan sembilan restoran, roller coaster, komidi putar, ballroom, bioskop outdoor, hotel, bir taman, pemandian, paviliun dan desa Alpine yang pernah menjamu Presiden AS William Howard Taft.

Menurut Sharon Seitz dan Stuart Miller dalam buku mereka, The Other Islands of New York City, Feltman bahkan membujuk Andrew Culver, presiden Prospect Park dan Coney Island Railroad, untuk memperpanjang jadwal kereta api barunya sehingga pelanggan dapat tinggal di Feltman untuk makan malam.

Pada puncaknya, Feltman meproduksi hingga 40.000 red hot sehari, plus hidangan makanan laut di komplek Ocean Pavilion-nya yang lebih berkelas.

Feltman meninggal pada tahun 1910 dalam keadaan kaya raya. Perusahaannya, yang pada saat itu dikelola oleh putra-putranya Charles dan Alfred, mempekerjakan lebih dari 1.000 orang, dan pada tahun 1920-an, Feltman dianggap sebagai restoran terbesar di dunia.

Di puncak kepopuleran red hot pada awal abad ke-20, keluarga Feltman mempekerjakan seorang imigran Polandia bernama Nathan Handwerker sebagai pengiris roti.

Menurut Lloyd Handwerker (cucu Nathan) dalam bukunya Famous Nathan, setelah dua teman mendorong Handwerker untuk membuka bisnis red hot-nya sendiri, ia kadang-kadang tidur di lantai dapur di Feltman untuk menghemat uang.

Kemudian pada tahun 1916, berbekal pinjaman US$300 dan resep keluarga istrinya, Handwerker membuka tokonya sendiri yang berjarak hanya beberapa blok dari majikan lamanya.

Handwerker menyadari bahwa untuk bersaing dia perlu menarik perhatian massa, jadi ia menjual hot dog-nya dengan harga lima sen, mengalahkan Feltman, yang pada saat itu, menagih sepuluh sen untuk hot dog mereka.

Setelah berusaha untuk bertahan selama Depresi Besar dan Perang Dunia Kedua, keluarga Feltman akhirnya menjual bisnis mereka pada tahun 1940-an. Pemilik barunya mempertahankan bisnis yang pernah menyandang slogan 'melayani jutaan' itu sebelum menutupnya untuk selama-lamanya pada tahun 1954.

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, Nathan menjadi satu-satunya warung hot dog yang diperhitungkan di trotoar Pulau Coney, dan banyak penggemar hot dog Feltman yang lebih besar dan lebih berair pun merasa kehilangan.

Quinn mengatakan bahwa kakeknya adalah pelanggan setia Feltman di masa Depresi. Ia lebih menyukai kualitas hot dog Feltman daripada Nathan.

Dan meskipun Quinn tidak sempat merasakan hot dog Feltman yang asli sebelum mereka tutup (karena ia belum lahir), cerita pengalaman kakeknya memakan red hot Pulau Coney meninggalkan kesan pada dirinya - begitu berkesan sehingga, setelah beranjak dewasa, "Saya berusaha mereka ulang pengalaman kakek saya," ujarnya. 

Untungnya, kakek Quinn berteman baik dengan seorang mantan karyawan yang membuat hot dog Feltman dan ia memberinya resep asli yang digunakan Feltman dalam red hot-nya. Kakek Quinn kemudian memberikan resep ini kepada Quinn.

Bertahun-tahun dan "beberapa dolar" kemudian, Quinn membeli nama Feltman pada 2015 dan membuka kios makanan kecil di dalam sebuah teater di East Village. Ia akhirnya dapat membuka kembali Feltman di lokasi yang sama persis dengan restoran aslinya di Pulau Coney pada Mei 2017.

Hot Dog-nya enak - saking enaknya, dalam beberapa tahun terakhir, Feltman dinobatkan sebagai satu dari 10 hot dog terbaik di Amerika Serikat oleh The Daily Meal, dengan para Gothamist menyatakan, "Hanya ada satu makanan di menu Feltman, dan itu adalah hot dog ... tapi itu mungkin hot dog terbaik yang pernah Anda makan dalam hidup Anda. "

Sekarang, hot dog Feltman tersedia di sekitar 1.500 supermarket dari New York ke California, dan baru pekan lalu, ia mencetak Guinness World Record untuk hot dog terbesar di dunia: raksasa berukuran 5 kilogram, dengan panjang roti 5 kaki.

Dan bagaimana dengan Nathan? Kecerdasan bisnis Handwerker dan resep nenek istrinya menjadi fondasi kerajaan internasional yang produknya kini dijual di lebih dari 55.000 supermarket, toko klub, dan restoran di lebih dari 10 negara.

Hari ini, Internasional Hot Dog Eating Contest, yang diadakan Nathan's International Inc. setiap tanggal 4 Juli sejak tahun 1972 di lokasi asli tokonya di Pulau Coney, disiarkan di seluruh negeri.

Sementara nama Nathan dan pendapatan kotor tahunannya yang lebih dari US$40 juta sekarang mendominasi Feltman, tidak berarti mereka yang terbaik.

Gosipnya, pemakan kompetitif dan pencetak Guinness World Records, Takeru Kobayashi (yang tahu satu atau dua hal tentang sosis berbumbu setelah memenangkan Kontes Makan Dog Hot Nathan enam kali berturut-turut), lebih menyukai rasa hot dog Feltman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini