JAKARTA - Bekerja berlebihan mungkin membuat sebagian orang merasa frustrasi dan stres. Namun hal itu tampaknya tak dialami bagi sebagian besar orang yang tinggal di Singapura.
Hasil survei terbaru dari Singapore Work Happy Survey menunjukkan 80% orang yang tinggal di Singapura senang menjadi workaholic atau pecandu kerja. Hanya 20% orang Singapura yang mengaku tak senang jika harus kerja berlebihan.
Baca Juga: Dampak Negatif 'Gila Kerja', Paling Fatal Bisa Meninggal
Survei itu melibatkan 1.328 profesional yang bekerja di berbagai bidang dan berbagai tingkatan. Survei itu juga menyoroti budaya kerja di Singapura yang berlebihan.
Sebanyak 70% orang responden mengatakan mereka kerap kali harus lembur. Sementara itu, ada 84% dari mereka yang mengaku harus lembur karena bagian dari perjanjian pekerjaan.
Baca Juga: Ingin Kerja di Australia hingga Puncak Karier tertinggi? Ini Tipsnya!
Untuk setengah dari responden, perangkat yang disediakan oleh perusahaan berdampak positif bagi mereka. Hal tersebut memungkinkan mereka untuk memiliki pengaturan kerja yang fleksibel.