Sanksi Kelalaian Ambruknya Tol BORR: GM Kontraktor Diganti

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 17 320 2080145 sanksi-kelalaian-ambruknya-tol-borr-gm-kontraktor-diganti-8gtQ353Tuv.jpg Kecelakaan Konstruksi di Tol BORR (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memutuskan untuk memberikan sanksi kepada kontraktor dan konsultan dari proyek jalan Tol Lingkar Luar alias Bogor Outer Ring Road (BORR). Sanksi dikeluarkan melalui surat rekomendasi yang ditandatangani oleh Kementerian PUPR dan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK).

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, pihaknya merekomendasikan agar pihak terkait dikenakan sanksi karena masalah ini merupakan kelalaian dalam lemahnya pengawasan. Sanksi direkomendasikan untuk diberikan kepada kontraktor pelaksana yakni PT PP (Persero) Tbk dan konsultan PT Indec KSO.

Baca Juga: Tak Hanya Tol BORR, PUPR Akan Sidak Semua Proyek Jalan Layang

Syarif menambahkan, sanksi pergantian ini akan dilakukan sampai dengan tingkat general manager untuk kontraktor pelaksana dan team leader untuk konsultan.

“Kita minta supaya tingkat manager kotraktor dan konsultan,” ujarnya saat ditemui di JIExpo, Jakarta, Rab (17/7/2019).

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto mengatakan, pergantian ini perlu dilakukan khusus untuk tenaga pengawas di lapangan. Menurutnya, tenaga pengawas di lapangan harus memiliki integritas yang tinggi.

Baca Juga: Sempat Ambruk, Ditjen Bina Marga Akan Sidak ke Proyek Tol BORR

“Mungkin perlu pengawas yang lebih mempunyai kapasitas integritas yang lebih tinggi. Seseorang kan tidak punya standar yang sama. IQ enggak bisa sama, tapi minimal standar minimal dilewati. Suatu saat kejenuhan mungkin ada. Itu manusiawi, tapi tidak untuk dimatikan. Kalau enggak punya profesi hak asasinya gimana . Ya diganti. Mungkin perlu direfresh. Mungkin perlu ada yang dilakukan, perlu ditreatment sebagai SDM,” jelasnya.

Sugi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan sidak atau pengecekan secara berkala pembangunan jalan Tol Lingkar Luar alias Bogor Outer Ring Road (BORR). Sidak dilakukan untuk memastikan agar pembangunan dijalankan sesuai prosedur.

Metode sidak ini sebagai upaya dalam meningkatkan pengawasan terhadap pengerjaan proyek. Apalagi proyek BORR sendiri baru baru ini mendapatkan banyak sorotan karena terjadi kecelakaan konstruksi.

“Fungsi pengawasan ini yang harus ketat diperbaiki. Makannya tadi itu fungsi saya dengan implementasi pelaksanaan makannya saya akan merubah atau menambah,” kata Sugi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini