Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenangan 6 Tahun Mirza Jadi DGS BI: Hadapi Taper Tantrum hingga Perang Dagang

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Kamis, 18 Juli 2019 |17:05 WIB
Kenangan 6 Tahun Mirza Jadi DGS BI: Hadapi Taper Tantrum hingga Perang Dagang
Foto: Kenangan Mirza Selama Jadi DGS-BI (Yohana/Okezone)
A
A
A

Di mana, pengetatan moneter pun kembali dilakukan BI pada semester II-2018, yang dilanjutkan dengan pelonggaran pada tahun 2019. Pada RDG BI Juli 2019 memang diputuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75% dari level 6%.

"Saat menaikkan suku bunga acuan itu dengan berat hati. Tapi itu demi stabilitas ekonomi negeri, supaya pertumbuhan Indonesia bisa berkelanjutan," ungkapnya.

Dia pun memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia, khususnya kepada Gubernur BI Perry Warjio. "Jadi terimakasih untuk dukungan semua pihak, kepada Pak Gubernur BI, juga rekan-rekan di Bank Indonesia," tutupnya.

Perry pun turut mengapresiasi dedikasi Mirza selama menjalankan tugasnya di BI. Di mana banyak kebijakan BI yang juga merupakan kontribusi dari Mirza.

"Aparesiasi yang sangat tinggi kepada Pak Mirza, sudah mendedidkasikan pemikiran, tenaga, serta kerja keras. Memberikan sumbangan yang besar kepada kebijakan-kebijakan BI," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza pun mendapatkan apresiasi dari para wartawan yang diutarakan melalui pemberian buket bunga. Adapun posisi Mirza akan digantikan dengan Destry Damayanti.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement