Share

Menperin Sebut Toyota Investasi Rp28 Triliun untuk Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 18 320 2080627 menperin-sebut-toyota-investasi-rp28-triliun-untuk-produksi-mobil-listrik-di-indonesia-TZLUyiITDT.jpg GIIAS 2019 (Foto: Giri Hartomo/Okezone)

TANGERANG – PT Toyota Astra Motor siap menjamah pasar mobil listrik Indonesia. Pasalnya, Toyota telah menyiapkan USD2 juta atau sekira Rp28 triliun (Rp14.000 per USD) untuk memproduksi mobil listrik.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019). Dirinya mengatakan, investasi tersebut untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

 Baca juga: Menperin: Toyota dan Hyundai Siap Investasi Rp50 Triliun untuk Mobil Listrik

"Investasi sekitar USD 2 juta. Ini dalam lima tahun ke depan, sampai 2025 dan sudah komitmen dalam bentuk surat resmi," ujarnya di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019).

 Mobil listrik Toyota

Dirinya mengatakan, rincian investasinya akan disampaikan langsung oleh pihak Toyota. Namun, dirinya meyakini mayoritas dari dana tersebut diperuntukkan untuk produksi kendaraan listrik.

 Baca juga: Jajal Mobil Listrik, Menteri Susi: Sayang Masih Mahal Belum Ada Insentif Pajak

"Kalau nama hybrid itu sudah paten milik Toyota, dan yang lain pakai istilah lain seperti plug-in hybrid, dan lainnya. Jenisnya mirip. Kalau detail investasi nanti detailnya disampaikan (Toyota)," jelasnya.

Selain Toyota, ada juga pabrikan asal Korea Selatan yang siap mengembangkan kendaraan listrik. Adapun total investasi dari Toyota dan Hyundai mencapai Rp50 triliun untuk produksi dan pengembangan mobil listrik.

 Baca juga: Industri Bisa Tancap Gas jika Aturan Mobil Listrik Jelas

"Dalam jangka pendek ini target investasi Rp50 triliun. Sudah ada dua produsen otomotif yang berkomitmen untuk itu," ucapnya.

Airlangga menambahkan, saat ini pemerintah tengah memfinalisasi Rancangan Peraturan Presiden tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang PPnBM Kendaraan Bermotor di mana dalam RPP tersebut besaran tarif PPnBM yang saat ini dihitung berdasarkan kapasitas mesin akan ditambahkan parameter penghitungan baru yaitu konsumsi bahan bakar dan emisi CO2.

Pada tahun 2025 ditargetkan produksi kendaraan roda empat emisi karbon rendah dan kendaraan listrik mencapai sekitar 20% dari total produksi nasional.

Airlangga pun optimis dalam waktu 5 tahun mendatang, investasi baru di industri otomotif mencapai Rp100 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini