Bantah Bangkrut, Perputaran Uang di Pos Indonesia Rp20 Triliun

Senin 22 Juli 2019 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 22 320 2082033 bantah-bangkrut-perputaran-uang-di-pos-indonesia-rp20-triliun-nOkuK2p7Yj.jpg Foto: Dok PT Pos Indonesia

JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) menyatakan, perputaran uang di Pos Indonesia per bulan rata-rata sekitar Rp20 triliun. Hal ini dikarenakan pos punya jasa keuangan. Pernyataan ini sekaligus membantas bahwa kondisi keuangan Pos Indonesia sedang bermasalah. Selain itu, Pos juga mendapat rating A- dari lembaga pemeringkat nasional terkemuka Pefindo.

Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan, perusahaan berupaya dalam menghadapi disrupsi itu tidak unik dan wajar saja.

Untuk menjawab disrupsi yang tengah terjadi beberapa waktu terakhir ini Pos Indonesia sedang melakukan tranformasi bisnis meliputi semua aspek bisnis, SDM, penguatan anak usaha, pengembangan produk baru, dan lain-lain. Dengan begitu Gilarsi membantah pernyataan yang menyebutkan Pos Indonesia bangkrut atau pailit.

"Ini jelas pendiskreditan tanpa data," ujarnya seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Senin (22/7/2019).

 Baca Juga: Dikabarkan Bangkrut, Ini Penjelasan Pos Indonesia

Dia juga meminta semua pihak untuk memperhatikan fakta bahwa kondisi perusahaan tidak ada masalah, antara lain bahwa rating korporasi Pos Indonesia adalah A-, rating surat utang jangka menengah A-, utang lancar, hak karyawan tidak tertunda, kenaikan gaji karena penyesuaian biaya hidup terus diterapkan.

Selanjutnya, semua aset dalam kendali penuh dan tidak ada yang diagunkan, pendapatan yang bersumber dari APBN, PSO, fee distribusi meterai, fee penerimaan setoran pajak, jasa kurir surat dinas mencapai rata-rata sekitarRp800 miliar per tahun.

 Baca Juga: Target Bisnis Remintasi PT Pos Indonesia di Tengah Kebijakan Moratorium

Pos Indonesia masih bisa memberikan layanan Pos Universal 6 hari per mingu, Postal Services di luar negeri hanya melayani layanan pos universal tinggal 4-5 hari per minggu, tidak ada PHK karena restrukturisasi, BPJS, iuran pensiun dibayar lancar tidak ada tunggakan sama sekali.

Sebelumnyam Pos Indonesia membantah pemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa perusahaan layanan pos dan logistik tersebut sedang mengalami krisis keuangan dan akan bangkrut.

"Pemberitaan media massa bahwa saat ini Pos pailit, Pos meminjam dana dari bank untuk membayar gaji karyawan, itu tidak benar," katanya.

Gilarsi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di media daring nasional diawali dari pernyataan Anggota DPR RI Rieke Dyah Pitaloka, yang meminta perlunya perhatian Pemerintah terhadap kondisi Pos Indonesia.

"Kami mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Ibu Rieke Dyah Pitaloka, sebagai wujud pembelaannya kepada Pos Indonesia. Karena memang diperlukan keterlibatan pemerintah untuk melakukan proses penyehatan Pos Indonesia yang sudah lama tertunda," ujarnya.

Namun tambah Gilarsi dalam beberapa poin dalam pemberitaan media itu tidak benar, seperti pinjaman bank untuk membayar gaji karyawan.

"Benar perusahaan perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan. Modal kerja dipinjam dari bank, namun tidak untuk tujuan membayar gaji karyawan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini