nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wacana Diskon Tiket Pesawat Setiap Hari, Begini Persiapan AP I

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 17:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 23 320 2082618 wacana-diskon-tiket-pesawat-setiap-hari-begini-persiapan-ap-i-1CCHWeInKP.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung upaya pemerintah dan maskapai untuk menyediakan tiket pesawat murah kepada masyarakat tanpa batas waktu. Saat ini tiket murah hanya ada pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, sebagai pengelola bandara pihaknya support apapun kebijakan pemerintah untuk dunia penerbangan tanah air. Apalagi nantinya akan berpengaruh terhadap bisnis perusahaanya.

“Intinya kan sebagai pengelola Bandara support ya inisiatif yang dilakukan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

 Baca Juga: Jangan Ditutupi, Lion-Citilink Diminta Transparan soal Tiket Penerbangan Murah

Untuk mensupport wacana tersebut, pihaknya akan melakukan pelebaran pada bandara-bandara yang dikelola oleh AP I, sehingga kapasitas tampungnya bisa mencukupi mengingat akan ada banyak pergerakan pesawat jika tiket pesawat murah diberlakukan.

“Arahnya kan meningkatkan kepada volume jumlah penerbangan dan traffic buat AP I yang penting kita bisa menyiapkan kapasitas yang lebih memadai. Jadi kalau volumenya naik bandaranya siap,” katanya.

 Baca Juga: Maskapai Usulkan Diskon Tiket Pesawat Berlaku Setiap Hari, Ini Alasannya

Selain itu ada beberapa insentif lagi yang akan diberikan oleh pihaknya. Seperti diskon landing fee ataupun diskon parkir pesawat.

“Masih dalam pembahasan kan kemarin masih dikaji secara lebih detail lagi masih dalam pembahasan,” ucap Faik.

Menurut Faik, pihaknya akan sangat mendukung kebijakan pemerintah mengenai tiket pesawat ini. Meskipun kontribusi pengelolaan bandara terhadap tiket sangat minim sekali.

“Cuma dampak biaya yang ditimbulkan oleh pengelolaan airport ini kan enggak signfikan. Kalau PSOnya masuk maksimum 4%. Jadi kontribusi kita untuk menurunkan harga tiket enggak signifikan ya karena kalau dari struktur cost-nya kan kecil. Cuma 1% enggak terlalu signifikan,” katanya.

Faik sendiri menganggap diskon 50% dari Tarif Batas Atas (TBA) untuk penerbangan LCC masih sangat minim terhadap pergerakan pesawat di bandara. Mengingat baru Citilink yang memberikan diskon tiket pesawat.

“Enggak ada pengaruh sih (diskon tiket),” kata Faik

Sebagai informasi sebelumnya, pemerintah berencana menerapkan tarif tiket pesawat murah setiap hari selama 24 jam. Wacana tersebut masuk dalam rencana jangka menengah panjang untuk menyediakan tiket pesawat murah kepada masyarakat.

Alasan mengapa ada usulan tersebut dikarenakan jika hanya jadwal penerbangan tertentu ini justru menyulitkan pihak maskapai. Selain itu kebijakan ini akan menimbulkan prasangka buruk masyarakat tehadap maskapai.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk maintenance atau bengkel dan pemiliharan pesawat. Hal tersebut dilakukan sebagai persiapan untuk pemberlakuan tarif tiket pesawat murah.

Nantinya tempat pemeliharaan pesawat akan dijadikan menjadi satu tempat. Lewat konsep KEK, memungkinkan dua maskapai yakni Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group menyatukan fasilitas pemeliharaan pesawat mereka.

Pembangunan KEK khusus maintenance pesawat ini dalam rangka mendorong efisiensi maskapai penerbangan. Pasalnya saat ini pemeliharaan tertentu harus dilakukan di luar negeri.

Contoh saja vulkanisir ban pesawat alias pemeliharaan daya tahan ban. Menurutnya, saat ini kegiatan tersebut harus diekspor dulu di Thailand untuk dilakukan di sana dan membutuhkan biaya tambahan.

Oleh karenanya, akan lebih bagus jika hal tersebut bisa dilakukan di dalam negeri. Dengan begitu akan memangkas biaya pemeliharaan pesawat.

Pemerintah juga sedang merevisi dua peraturan pemerintah (PP) terkait dengan KEK, dan PP insentif fiskal dan non fiskal di KEK. Nantinya, dua PP ini akan. sangat mungkin untuk kawasan ekonomi khusus yang bergerak di sektor jasa penerbangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini