JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan adanya penurunan produksi karet secara nasional sebanyak 15% pada tahun ini. Hal ini dikarenakan adanya penyebaran penyakit Gugur Daun Karet (GDK) akibat jamur pestalotiopsis sp.
Baca Juga: Menko Darmin Cs Putar Otak Sembuhkan Karet RI dari Penyakit Jamur
Menurut Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo, penurunan produksi karet secara nasional membuat ekspor karet juga turun menjadi 15%.
"Saya berani katakan begitu, karena dikatakan proyeksi penurunan produksi 15%, sampai akhir tahun. Jadi ekspor pun turun 15%," ujar dia di Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu (24/7/2019).
Baca Juga: Kena Penyakit Jamur, Produksi Karet Indonesia Diprediksi Turun 15%
Dia menuturkan, dengan 15% ini berarti ada 450-540 ribu ton produksi karet menurun. Di mana ekspor karet pada 2018 itu sekitar 2.954.215 ton.