PT Pos Indonesia Diterpa Isu Gulung Tikar, Ini 6 Kenyataannya

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 26 320 2083984 diisukan-bakal-bangkrut-ini-6-fakta-menarik-soal-pos-indonesia-Jdne9bL3Ft.jpeg Foto: Pelayanan di Pos Indonesia

JAKARTA - Pada pekan kemarin, kabar mengejutkan datang dari PT Pos Indonesia (Persero). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dikabarkan sedang krisi keuangan dan akan bangkrut.

Pernyataan tersebut pun langsung dibantah PT Pos Indonesia dan Kementerian BUMN. Ditegaskan bahwa kondisi PT Pos Indonesia saat ini tetap sehat.

"Pemberitaan media massa bahwa saat ini Pos pailit, Pos meminjam dana dari bank untuk membayar gaji karyawan, itu tidak benar," kata Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono.

Okezone pun merangkum sejumlah fakta menarik soal PT Pos Indonesia yang diisukan akan bangkrut, Senin (29/7/2019):

1. Klarifikasi Pos Indonesia

Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan dalam beberapa poin dalam pemberitaan media itu tidak benar, seperti pinjaman bank untuk membayar gaji karyawan.

"Benar perusahaan perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan. Modal keraja dipinjam dari bank, namun tidak untuk tujuan membayar gaji karyawan," katanya.

Dia menjelaskan, bahwa perputaran uang di Pos Indonesia per bulan rata-rata sekitar Rp20 triliun (karena pos punya jasa keuangan). Pos juga mendapat rating A- dari lembaga pemeringkat nasional terkemuka Pefindo.

Pos Indonesia

Menurutnya, perusahaan berupaya dalam menghadapi disrupsi itu tidak unik dan wajar saja. Untuk menjawab disrupsi yang tengah terjadi beberapa waktu terakhir ini Pos Indonesia sedang melakukan tranformasi bisnis meliputi semua aspek bisnis, SDM, penguatan anak usaha, pengembangan produk baru, dan lain-lain.

Dengan begitu Gilarsi membantah pernyataan yang menyebutkan Pos Indonesia bangkrut atau pailit.

"Ini jelas pendiskreditan tanpa data," ujarnya.

2. Fakta Kondisi Perusahaan Sehat

Semua pihak untuk memperhatikan fakta bahwa kondisi perusahaan tidak ada masalah, antara lain bahwa rating korprasi Pos Indonesia adalah A-, rating surat utang jangka menengah A-, hutang lancar, hak karyawan tidak tertunda, kenaikan gaji karena penyesuaian biaya hidup terus diterapkan.

Selanjutnya, semua aset dalam kendali penuh dan tidak ada yang diagunkan, pendapatan yang bersumber dari APBN, PSO, fee distribusi meterai, fee penerimaan setoran pajak, jasa kurir surat dinas mencapai rata-rata sekitarRp800 miliar per tahun.

Pos Indonesia masih bisa memberikan layanan Pos Universal 6 hari per mingu, Postal Services di luar negeri hanya melayani layanan pos universal tinggal 4-5 hari per minggu, tidak ada PHK karena restrukturisasi, BPJS, iuran pensiun dibayar lancar tidak ada tunggakan sama sekali.

3. Perputaran Uang di Pos Indonesia Rp20 Triliun

PT Pos Indonesia (Persero) menyatakan, perputaran uang di Pos Indonesia per bulan rata-rata sekitar Rp20 triliun. Hal ini dikarenakan pos punya jasa keuangan. Pernyataan ini sekaligus membantas bahwa kondisi keuangan Pos Indonesia sedang bermasalah. Selain itu, Pos juga mendapat rating A- dari lembaga pemeringkat nasional terkemuka Pefindo.

Ratusan Karyawan Geruduk Gedung Direksi PT Pos Indonesia

4. Kementerian BUMN Jamin Pos Indonesia

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan sampai saat ini PT Pos Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang sehat dan melakukan transformasi yang meliputi semua aspek baik bisnis, anak usaha, SDM dan keuangan.

Hal tersebut mempertegas sekaligus membantah pemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa perusahaan layanan pos dan logistik tersebut sedang mengalami krisis keuangan dan akan bangkrut.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, Kementerian BUMN terus mendorong upaya-upaya yang dilakukan PT Pos Indonesia (Persero) dalam mentransformasikan usaha mengikuti perubahan lingkungan usaha yang cepat.

5. DPR Minta Penjelasan Kementerian BUMN

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi VI angkat bicara soal kabar tak sedap terkait PT Pos Indonesia (Persero) terancam akan bangkrut, sampai harus meminjam ke bank untuk membayar gaji karyawan.

“Kendati sudah dibantah bahwa kabar terancam bangkrutnya PT Pos Indonesia tidak benar, tetapi tetap harus menjadi perhatian khusus bagi Kementerian BUMN tentang perusahaan yang menjadi tonggak industri logistik di Indonesia ini, harus transparan dengan kondisi yang dialami perusahaan, jangan sampai menjadi bom waktu, kalau perusahaan sedang sakit sebaiknya akui saja,” ujar Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto.

Menurutnya, klarifikasi yang disampaikan PT Pos Indonesia yang meminjam dana di bank untuk modal kerja adalah bukti perusahaan dalam kondisi cukup memprihatinkan.

“Banyak perusahaan yang memang tengah berjuang di tengah era distrupsi digital, termasuk PT Pos Indonesia, sejauh mana perusahaan ini bertahan? Upaya apa saja yang sedang diupayakan? ini harus dijelaskan, semua ini untuk menyelamatkan perusahaan, lebih baik terbuka daripada ditutupi,” ujarnya.

6. Strategi Pos Indonesia

Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Ihwan Sutardiyanta mengatakan, pihaknya akan mendorong ke arah digitalisasi. Ini untuk merespons perkembangan bisnis yang hampir semuanya mengarah ke digitalisasi.

“Era ke depan ya digitalisasi ya kalau layanan keuangannya ya pengembangannya digitalisasi untuk financial service yang kita punya,” ujarnya.

Konsep digitalisasi ini juga nantinya akan dilakukan pada pesan antar barang. Jasa pesan antar barang ini telah dilaunching lewat aplikasi Posgiro Mobile yang keberadaannya saat ini masih akan terus dikembangkan dan disempurnakan.

Posgiro Mobile merupakan platform digital berbasis rekening Giropos yang diberikan kepada pemilik rekening Giropos sehingga dapat mengakses layanan Giropos dan layanan keuangan pos lainnya secara mobile.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini