nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyek Terbesar, Ditjen Pajak Bangun Core Tax System Rp2,04 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 17:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 31 20 2086007 proyek-terbesar-ditjen-pajak-bangun-core-tax-system-rp2-04-triliun-XbktN4Hm8v.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

BALI - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan tengah membangun core tax system atau sistem teknologi informasi perpajakan. Sistem ini ditargetkan bisa rampung pada tahun 2023 mendatang.

Direktur Transformasi Proses Bisnis DJP Kementerian Keuangan Hantriyono Joko Susilo mengatakan, untuk membuat sistem tersebut, pihaknya membutuhkan setidaknya Rp2,04 triliun. Menurutnya, anggaran ini adalah yang terbesar dalam sejarah DJP untuk membangun sistem teknologi informasi perpajakan.

 Baca Juga: Mulai 2020, Lapor SPT Bulanan Cukup Sekali

Nantinya dari total anggadan itu akan dikeluarkan secara bertahap alias multiyears. Anggaran itu akan dikeluarkan mulai tahun ini hingga 2023.

Dari jumlah tersebut nantinya akan dialokasikan untuk agen pengadaan sebesar Rp37,8 miliar. Kemudian untuk sistem integrator sebesar Rp1,857 triliun.

 Baca Juga: Pajak Mobil Listrik Bisa 0%? Ini Penjelasan DJP

Lalu Rp125,7 miliar akan dialokasikan untuk owner's agent PMQA sebesar dan owner's agent change management sebesar Rp23,4 miliar.

"Ini proyek terbesar di Direktorat Jenderal Pajak yang pernah ada," ujarnya saat dalam acara Media Gathering di Bali, Rabu (31/7/2019).

Hantriyono menambahkan, nantinya untuk menggarap sistem ini pihaknya akan menggandeng agen dari internasional maupun lokal. Ada sekitar 10 agen yang sudah masuk, namun mayoritas merupakan agen internasional.

“Ada hampir 10 agen mayoritas internasional. Kalau niru negara mana tidak ada karena hampir semua sistem sama sebenarnya antara satu dengan lainya,” katanya.

Hantriyono menambahkan, alasan pihaknya harus menggandeng agen pengadaan atau pihak ketiga dalam proses pembangunan sistem ini lantaran Ditjen Pajak memang butuh untuk sistem yang lebih baik, psalnya anggaran untuk membangun sistem baru di DJP ini sangat besar.

"Karena saking kompleks-nya pengadaannya. Jadi yang dievaluasi oleh tim pengadaan juga kompleks," ucapnya.

Dengan demikian menurutnya, butuh konsultan, tim pengadaan hingga agen pengadaan dari eksternal yang telah berpengalaman. Bahkan, agen pengadaan ini dimungkinkan untuk didatangkan dari luar negeri melalui skema lelang.

"Ini kan pertama kali. Kalau orang dalam (internal) kita khawatir, bukannya tidak mampu tapi khawatir tidak mendapatkan yang terbaik," ucap Hantriyono

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini