Nih Penampakan Pembangkit Listrik yang Setrum Istana Negara hingga MRT

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 31 320 2086047 nih-penampakan-pembangkit-listrik-yang-setrum-istana-negara-hingga-mrt-7JUeBZslXT.jpg Dok PLN

JAKARTA - Istana Negara merupakan bangunan yang menjadi simbol kemegahan dan kekuatan semua negara termasuk Indonesia, dalam operasionalnya tentu membutuhkan keandalan listrik 7 hari 24 jam,

Dalam hal ini PT PLN (Persero) menjadi pengemban tugas menyuplai listrik Istana Negara di DKI Jakarta dengan mengandalkan Unit Pembangkitan Muara Karang (UP MKR) sebagai pembangkit ramah lingkungan yang berperan utama dalam memenuhi kebutuhan listrik nya.

 Baca Juga: Meningkat 4,31%, Penjualan Listrik PLN Ditopang Pelanggan Industri

Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo menyampaikan bahwa Unit Pembangkit (UP) Muara Karang berperan besar terhadap listrik di Jawa khususnya tempat-tempat VVIP di DKI Jakarta.

“UP Muara Karang ini berperan sangat penting dalam kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta karena selain Istana Negara, UP Muara Karang juga menyuplai kelistrikan tempat VVIP lainnya seperti Gedung MPR/DPR, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusama, Stasiun MRT dan lainnya,” kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

 Baca Juga: Danai Megaproyek 35.000 Mw, PLN Terbitkan Global Bond Rp19,52 Triliun

Lebih lanjut Dwi menjelaskan bahwa UP MKR merupakan pembangkit yang sangat ramah lingkungan. “Pembangkit-pembangkit di UP MKR ini merupakan pembangkit yang ramah lingkungan, mampu mengendalikan emisi pembangkit di tahap yang aman, menunjukkan kinerja pembangkit di Ibu Kota ini menjadi bukti peran aktif PLN dalam mendukung Jakarta aman polusim," katanya.

UP MKR dikelola oleh Anak Perusahaan PLN yaitu PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali), memiliki total kapasitas 1.600 megawatt (mw) yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap 4-5 (PLTU 4-5), Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap Blok I (PLTGU Blok I) dan PLTGU Blok II total daya yang dapat dihasilkan adalah sebesar 1.600 mw.

General Manager PJB UP MKR Rahmat Azwin mengemukakan bahwa UP Muara Karang saat ini dalam proses pengembangan dan pembangunan lebih lanjut untuk mendukung keandalan kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta.

“Sampai saat ini UP MKR dalam proses pembangunan PLTGU Blok III kapasitas 500 mw, di 2020 masuk sistem, hingga saat ini kebutuhan DKI Jakarta sebesar kurang lebih 5500 mw, 30% nya dipasok oleh Muara Karang.” Papar Azwin.

Mulai beroperasi tahun 1978, UP MKR terus berkembang, hingga saat ini setiap tahun nya berhasil membangkitkan energi listrik rata-rata 7.900 GWh yang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV ke sistem interkoneksi Jawa Bali.

Dalam pengelolaannya, kegiatan operasi dari UP Muara Karang ini memiliki berbagai keunggulan, di antaranya adalah mampu menjaga kesiapan ketersediaan, EAF (Equivalent Availability Factor) 90,81%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini