Penghematan Devisa dari B20 Ditargetkan Rp42,05 triliun

Rabu 31 Juli 2019 22:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 31 320 2086101 penghematan-devisa-dari-b20-ditargetkan-rp42-05-triliun-6Kzhdno7jh.jpeg Foto: Biodiesel 20% (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan penghematan devisa dari pelaksanaan program mandatori pencampuran bahan bakar minyak jenis solar dengan minyak sawit 20% atau Biodiesel 20 (B20) mencapai USD3 miliar atau sekitar Rp42,05 triliun pada 2019.

"Selama 2018, penghematan devisa dari mandatori biodiesel mencapai USD1,88 miliar. Pada tahun ini dengan peningkatan penggunaan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) diperkirakan penghematan devisa mencapai USD3 miliar. Ini salah satu capaian dalam ekonomi," kata Asisten Deputi Produktivitas Energi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Andi Novianto seperti dikutip Antaranews, di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

 Baca Juga: Bea Masuk Biodiesel, Menko Darmin Siapkan Strategi Lawan Uni Eropa

Kemudian, lanjut dia, pada 2019 terjadi tren penurunan impor solar, dan PT Pertamina sejak Maret 2019 sampai dengan saat ini tidak melakukan impor solar lagi.

Data mencatat, neraca perdagangan migas Juni sebesar USD1,17 miliar, menurun 21,5% dibandingkan Mei 2019 dan lebih rendah dibandingkan Juni 2018.

 Baca Juga: Ada Kebijakan B20, Indonesia Hemat USD937,84 Juta

Biodiesel

Andi Novianto mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2015, pada tahun 2020 akan diimplementasikan B30 untuk seluruh sektor.

"Tahun ini sedang dilakukan road test B30. Penerapan B30 diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan biodiesel sekitar 3 juta kiloliter per tahun," katanya.

Ia juga menyebutkan, salah satu capaian dari penerapan biodiesel yakni telah menurunkan emisi sektor energi tahun 2017 sebesar 44,9 juta ton emisi gas (CO2e) atau sekitar 14,3% dari target pengurangan gas rumah kaca (GRK) 2030 sektor energi.

"Untuk penurunan emisi GRK dari mandatory biodiesel 2018 mencapai 6 juta ton CO2e, dan tahun 2019 diperkirakan mencapai 9 juta ton CO2e," paparnnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini