Sripeni menjelaskan, pembangunan PLTD Senayan tidak lepas dari keberadaan pembangkit yang sebelumnya sudah berlokasi di tempat tersebut. Hanya saja, ada penambahan kapasitas dan jenis teknologi berbeda dibandingkan pembangkit eksisting.
"Karena sejak zaman Pak Karno itu di sana ada sejarahnya. Karena memang di situ sudah ada dan sekarang pun itu dipakai, cuma size dibesarkan dan teknologi jauh lebih ramah lingkungan. Efisiensinya sangat bagus, mudah-mudahan ke depan dengan tadi beroperasi persoalan mengenai MRT tidak terjadi," jelasnya.
Sebagai informasi, PLTD Senayan yang terletak di Jakarta Selatan tersebut bisa mendukung operasional MRT Jakarta. Back up 100 Mega Watt (MW) PLTD Senayan ini amat berarti bagi operasional jangka panjang MRT, tak hanya pada rute yang sudah ada, namun juga rute yang masih dalam rencana pembangun
(Rani Hardjanti)