Dari perspektif makro, nilai tukar yuan didukung oleh fundamental negara yang sehat, ketahanan ekonomi yang kuat, posisi fiskal yang stabil, risiko keuangan yang terkendali, pergerakan modal lintas batas yang seimbang, dan cadangan devisa yang mencukupi.
Bank sentral mengatakan China kemungkinan akan menjadi titik panas bagi modal global, karena negara itu adalah satu-satunya ekonomi utama yang menjaga kebijakan moneter normal sementara banyak negara maju telah melonggarkan kebijakan moneter mereka.
Bank telah mengumpulkan banyak pengalaman dan alat kebijakan dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar, dan akan terus berinovasi dan meningkatkan perangkatnya, menindak spekulasi jangka pendek dan menstabilkan ekspektasi pasar di masa depan, menurut pernyataan tersebut.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.