Setelahnya, lanjut dia, pihak JICA akan melakukan studi kelayakan (feasibility studies/FS) untuk memperhitungkan berbagai risiko teknik. yakni dari jalur, desain, hingga titik-titik pemberhentian kereta.
"Dia melakukan survei, menetapkan desain, dan menghitung. Sehingga pada saat (mulai pembangunan) semuanya relatif matang, jadi enggak ada lagi suatu deviasi berkaitan dengan teknik, dan risiko teknik sudah diperhitungkan dengan baik," katanya.
Menurut Budi Karya, untuk lintas Semarang hingga Surabaya akan menggunakan jalur yang lama, sedangkan lintas Jakarta hingga Semarang akan dilakukan pembangunan jalur baru. Kata dia, dengan kereta semi cepat ini perjalanan Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 6 jam.
"Jadi rata-rata kecepatannya 140 km per jam sampai dengan 145 km per jam. Tertinggi bisa 160 km per jam sehingga Jakarta-Surabaya tidak lebih dari 6 jam, di 5,5 jam. Dalam sehari bisa bolak-balik dua kali, sehingga efisien," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)