Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengembangan Jargas Bisa Kurangi Impor Migas?

Giri Hartomo , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2019 |12:19 WIB
Pengembangan Jargas Bisa Kurangi Impor Migas?
Foto: Dirut PGN (Giri/Okezone)
A
A
A

Berdasarkan data realisasi penyaluran gas untuk domestik yang diambil dari laporan tahunan SKK Migas tahun 2018, dari total kontrak penjualan sebesar 1.948 bbtud, realisasi pemanfaatan gas bumi oleh industri domestik hanya sebesar 1.698 bbtud atau berkisar 87% dari total kontrak penjualan.

Hal ini diakibatkan salah satunya adalah karena keterbatasan ketersediaan infrastruktur gas bumi yang dapat di akses oleh pengguna gas bumi sektor industri. Saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan kemandirian energi nasional.

Dengan semakin membengkaknya subsidi energi. Tercatat pada tahun 2019 subsidi energi yang digelontorkan lebih kurang Rp100 Triliun untuk BBM maupun LPG.

Kembali publik diingatkan akan rencana bauran energi yang sudah digagas dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) di mana ditargetkan konsumsi minyak bumi seharusnya semakin menurun menjadi 23 % ditahun 2025 dibanding ditahun 2017 yang masih tercatat sebesar 42 %.

"Namun dengan makin meningkatnya pertumbuhan permintaan BBM, di sisi lain isu lingkungan juga menyeruak beberapa waktu ini di kalangan masyarakat ibu kota. Gas bumi adalah salah satu jawaban untuk mengurai permasalahan ini," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement