nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelemahan Yuan Bakal Ganggu Perdagangan Indonesia? Ini Kata BI

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 11:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 20 2090782 pelemahan-yuan-bakal-ganggu-perdagangan-indonesia-ini-kata-bi-T17aDECS1C.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan pelemahan nilai tukar yuan tidak akan terdampak pada perdagangan Indonesia. Sebelumnya dalam sepekan ini, nilai tukar yuan masih tertekan hingga ke level terendah selama satu dekade terakhir.

"Perdagangan Indonesia tidak akan terdampak pada hal itu. Kita lihat ekspor kita akan masih tinggi. Di mana juga tidak banyaknya penggunaan mata uang yuan dalam perdagangan ekspor Indonesia. Dan saat ini kita banyak menggunakan mata uang dolar," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Senin (12/8/2019)

 Baca Juga: Ini Dampaknya ke Indonesia Jika Mata Uang China Anjlok

Dia menuturkan barang ekspor Indonesia dilihat dari sisi kualitasnya bukan dari mata uang yang dibayarkan. Oleh karena itu, ekspor Indonesia tidak tepengaruh. Dan apabila sisi kualitas produk sangat baik akan terus membuat eskpor Indonesia meningkat.

"Jadi transaksi ekspor, impor kita, terutama ekspor kita, dalam jangka pendek tidak begitu terkait pada devaluasi mata uang kita. Tapi lebih kepada permintaan dan dari sisi kualitasnya sendiri," ungkap dia.

 Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas Terbitlah Perang Mata Uang

Dia menambahkan, devaluasi yuan itu tergantung dari pemerintah China. Di mana, pihaknya melihat yuan melemah dikarenakan mekanisme passr.

"Yang menyebabkan yuan-nya melemah ataukah ini menjadi salah satu bagian dari pada upaya mendevaluasikan mata uang-nya untuk keperluan perdagangannya," tutur dia.

Sebelumnya, mata uang China kini telah mencapai titik terendah selama lebih dari satu dekade sehingga Amerika Serikat (AS) memberikan predikat kepada pemerintah Cina sebagai manipulator mata uang.

Pemberian cap itu akan menambah ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia.

 Yuan

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini