JAKARTA - Net TV tengah menghadapi tekanan perkembangan teknologi yang mendisrupsi model bisnis. Hal ini membuat perusahaan melakukan strategi bisnis baru, salah satunya melakukan perampingan karyawan.
Praktisi Bisnis Rhenald Kasali menilai, Net TV menghasilkan program dengan ongkos yang mahal. Kebutuhan biaya produksi hingga biaya gedung perkantoran membuat tarif iklan yang ditawarkan sangat mahal.
"Jadi pendekatan produksi program-program TV menjadikan tarif iklan mahal. Digantikan oleh sosial media, oleh para youtuber, Google dan Instagram. Di mana mereka tak produksi sendiri programnya, cukup mengorkestrasi," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Net TV Azuan Syahril memberikan pernyataan resmi mengenai isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Ternyata yang terjadi adalah Net TV membuka peluang bagi karyawannya untuk mengajukan pensiun dini.
"Kalau kita bicara itu isu PHK tidak benar sama sekali. Kita sih tidak ada rencana untuk PHK massal," ujar kepada Okezone.
Dia mengatakan, di tengah persaingan dan era teknologi saat ini, Net membuat strategi dan penataan ulang pada lingkungan kerjanya. Salah satu hal yang dilakukan adalah melakukan efisiensi.
Baca Selengkapnya: Fenomena Net TV, Rhenald Kasali: Tersaingi Youtube dan Instagram
(Feby Novalius)