Sri Mulyani Sebut Indonesia Bisa Ciptakan Perusahaan Besar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 23 20 2095683 sri-mulyani-sebut-indonesia-bisa-ciptakan-perusahaan-besar-bcCS1b9I2M.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Dok. Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, revolusi industri 4.0 membuka peluang untuk roda perekonomian negara-negara berkembang bisa bergerak cepat. tak lagi hanya soal negara maju. Seluruh negara di dunia memiliki kesempatan untuk tumbuh didorong digitalisasi.

"Di industri 4.0 kesempatan muncul dan bisa dikapitalisasi oleh negara yang belum maju sekali pun, termasuk yang ber-income rendah, untuk menciptakan nilai tambah dan kegiatan yang produktif," katanya dalam acara Capital Market Summit & Expo 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Baca Juga: Meski Punya Unicorn, Daya Saing RI Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Tak terkecuali dengan Indonesia, yang kini mampu memanfaatkan digitalisasi dengan hadirnya sejumlah startup. Utamanya menghasilkan unicorn atau startup dengan valuasi diatas USD1 miliar, yakni Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Serta Go-Jek yang menjadi decacorn atau startup dengan valuasi lebih dari USD10 miliar.

Anggunnya Sri Mulyani Kenakan Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR

"Dari sisi kapitalisasi Indonesia punya kesempatan, dengan munculnya decacorn dan unicorn. Itu semua menunjukkan bahwa Indonesia bisa ciptakan perusahaan besar dan punya potensi," katanya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Indonesia seperti UEA, Lompat dari Pick-up Jadi BMW

Sri Mulyani menjelaskan, menurut studi McKinsey, Indonesia akan memiliki 3,5 juta tenaga kerja baru hingga tahun 2025. Hal itu sejalan dengan bonus demografi yang tengah dimiliki Indonesia.

Maka, para generasi penerus itu memiliki kesempatan untuk menciptakan pekerjaan baru dan menciptakan efisiensi di berbagai bisnis model. "Sehingga saya harap muncul inovator baru, kreasi baru, terutama dari generasi muda, yang dari lahir sudah familiar dengan teknologi," katanya.

Menurutnya, bukan hal yang tak mungkin untuk bonus demografi yang puncaknya akan dirasakan 2030 mendatang, bisa membawa Indonesia berkembang pesat. Sebab, saat ini teknologi bahkan sudah dikenal oleh balita.

"Sekarang bayi usia 1-2 tahun bisa swipe (smartphone). Mereka tahu caranya, otaknya bisa rekam dan pelajari lebih cepat, bahkan sebelum mereka bisa bicara. Ini suatu yang luar biasa," jelasnya.

Sri Mulyani menyebut, dengan bonus demografi dan komposisi populasi yang dimiliki Indonesia, maka potensi ekonomi dengan Produk Domestik Bruto (PDB) biasa berada di atas USD1 juta.

"Sehingga Indonesia punya modal untuk bisa menciptakan kesempatan baru. Tapi kita tahu, dunia tidak linier dan mulus, ada tantangan dari eksternal dan internal," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini