Meski Punya Unicorn, Daya Saing RI Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 23 20 2095659 meski-punya-unicorn-daya-saing-ri-indonesia-masih-kalah-dari-malaysia-dan-vietnam-ACU8gcuYqI.jpg Sri Mulyani di Capital Market Summit & Expo JCC. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia tak bisa hanya berpuas dengan pencapaian saat ini, seperti perbaikan peringkat kredit hingga memiliki startup yang mampu berkembang pesat. Sebab, daya saing Indonesia masih kalah dengan negara-negara tetangga.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Indonesia seperti UEA, Lompat dari Pick-up Jadi BMW

"Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, mereka punya daya saing lebih baik dari Indonesia," ujarnya dalam acara Capital Market Summit & Expo 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Gojek

Standard and Poor's (S&P) Global menaikkan peringkat kredit Indonesia menjadi BBB dari sebelumnya BBB- outlook stabil. Laporan Bank Dunia juga mencatat peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) Indonesia kini berada di 73 dari 190 negara di dunia.

Baca Juga: Sri Mulyani Hati-Hati Ambil Kebijakan di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Selain itu, berdasarkan laporan lembaga riset CB Insights, Indonesia memiliki unicorn atau startup dengan valuasi di atas USD1 miliar, yakni Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Bahkan, memiliki decacorn, startup dengan valuasi lebih dari USD10 miliar, yakni Go-Jek.

"Tapi itu tidak boleh membuat kita terlena," kata dia.

Oleh sebab itu, Indonesia perlu memperbaiki kualitas sumber daya manusia untuk mampu bersaing di kancah global. Kata dia, dari sisi indeks pengetahuan Indonesia masih berada di peringkat 61, kalah dengan Filipina dan Singapura.

"Mereka peringkatnya itu single digit. Jadi ini bukan ranking yang bagus, di mana tetangga bisa di atas," imbuh dia.

Anggunnya Sri Mulyani Kenakan Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR

Oleh sebab itu, sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah kedepannya. Beragam program pemerintah dan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusia.

"Indonesia perlu memperbaiki sumber daya manusia, itu dilakukan melalui pendidikan dan kesehatan. Juga jaring pengaman sosial, yakni fokus ke masyarakat yang paling rapuh, 20% terbawah yang dapat subsidi dan PKH (Program Keluarga Harapan)," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini