Gubernur BI: Ekonomi Syariah Jadi Arus Baru Perkembangan Indonesia

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 23 20 2095794 gubernur-bi-ekonomi-syariah-jadi-arus-baru-perkembangan-indonesia-eH2q2sNAYa.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone/Dokumentasi)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Bahkan, Perry menyebut jika ekonomi syariah bisa menjadi arus baru dalam pertumbuhan ekonomi negara ke depannya.

Apalagi lanjut Perry, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Selain itu, jumlah penduduk muslim Indonesia juga merupakan salah satu yang terbanyak di dunia.

 Baca juga: Wamenkeu, Ekonom hingga Pengusaha Bahas Ekonomi Syariah di Surabaya

“Saya menyampaikan sedikit ilmu, tadi kita sudah menyimak pak kyai potensi RI sangat besar, bahwa ekonomi syariah bisa menjadi arus baru perkembangan ekonomi ke depan,” ujarnya di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut Perry, ada dua kunci utama untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai potensi baru pertumbuhan ekonomi. Pertama adalah regulasi yang kuat dan yang kedua adalah Sumber Daya Manusia (SDM).

 Baca juga: Mengintip Skema Syariah di Semua Lini Bisnis

“Potensi penduduk kita yang semakin meningkatkan, kita juga menyimak ada 7 sektor yg punya potensi, kita kemangkan eko syariah ke depan. Kita juga sudah mendengar ketua IAEI di periode ke depan. dua kunci yang kita lihat adalah regulasi dan human resorce,” ucapnya.

Sementara itu jika melihat pembelajaran dari negara yang sudah lebih dahulu mengembangkan ekonomi syariah ada tiga kunci untuk pengembangan ekonomi syariah. Pertama adalah bagiamana komitmen dari pemerintah.

Lalu yang kedua adalah sinergi program antar instusi pemerintahan. Dan kemudian yang terakhir dan yang paling penting adalah bagiamana melakukan sinergi dengan kelembagaan swasta lewat asosiasi.

“Kalau kita simak dan pelajari dari berbagai negara. 3 kunci ekonomi syaria, satu political dan komitmen nasional. kedua sinergi program, ketiga sinergi di dalam kerja sama maupun kelembagaan maupun asosiasi. tiga hal itu harus menjadi pesan utama dari mutmakar ini,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini