JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, ekonomi syariah dapat menjadi penopang perekonomian domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Seperti diketahui, perang dagang Amerika Serikat dengan China, Brexit hingga kondisi geopolitik beberapa negara membuat perekonomian dunia melemah.
Dana Moneter Internasional (IMF) telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,3% menjadi 3,2% dalam laporannya di Juli 2019, begitu pula dengan Bank Dunia dari 2,9% menjadi 2,6% dalam laporannya di Juni 2019.
Baca Juga: Ma'ruf Yakin Indonesia Jadi Pusat Kebangkitan Ekonomi Islam
Dia menyatakan, dalam kondisi global tersebut, maka Indonesia perlu memberdayakan seluruh potensi ekonomi domestik untuk mendorong roda perekonomian dalam negeri. Salah satu potensi itu adalah ekonomi syariah, mengingat Indonesia memuli penduduk muslim terbesar di dunia.
"Kita semua ketahui bahwa ekonomi global saat ini masih dalam situasi ketidakpastian. Salah satu potensi besar yang dimiliki Indonesia adalah ekonomi syariah," ujarnya dalam Muktamar Ke-IV Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (23/8/2019).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Indonesia Berpeluang Kelola Rantai Bisnis Haji dan Umrah
Dia menyatakan, data Islamic Finance Development aset ekonomi Islam tumbuh 11% jadi USD2,4 triliun. Di mana dengan penduduk muslim 1,8 miliar jiwa, maka diperkirakan pengeluaran untuk sektor ekonomi global mencapai USD3 triliun pada 2023.
