nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hakteknas 2019, Menristekdikti Ingin Ekonomi Indonesia Berbasis Teknologi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 25 Agustus 2019 18:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 25 320 2096386 hakteknas-2019-menristekdikti-ingin-ekonomi-indonesia-berbasis-teknologi-eVMGHxpmt9.jpg Personal Finance (Reuters)

DENPASAR - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyatakan, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) menjadi momentum untuk mengenalkan inovasi teknologi kepada masyarakat luas. Oleh sebab itu, dalam Ritech Expo 2019 sejumlah inovasi pun dipamerkan.

"Kami ingin memasyarakatkan tentang inovasi-inovasi ini, yang merupakan hasil kerjasama dengan perguruan tinggi, peneliti, dan semua lembaga LPMK di bawah Kemenristekdikti, sehingga dengan peneliti-peneliti daerah bisa berkolaborasi," ujarnya di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (25/8/2019).

 Baca juga: Sri Mulyani Sebut Indonesia Bisa Ciptakan Perusahaan Besar

Nasir mengatakan, upaya penyelenggaraan peringatan Hakteknas di berbagai daerah memang sebagai upaya meningkatkan inovasi teknologi di berbagai wilayah Indonesia. Jika biasanya diadakan di Jakarta, kini tiap tahun berganti seperti di Solo, Makassar, Riau, hingga Bali.

 Menristekdikti

"Mudah-mudahan dengan hal ini inovasi-inovasi daerah akan bermunculan. Nampaknya masyarakat sudah mulai bergairah (dengan pengembangan teknologi)," katanya.

 Baca juga: Meski Punya Unicorn, Daya Saing RI Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Maka, dia mengharapkan perkembangan teknologi bisa masuk ke setiap lini kehidupan masyarakat Indonesia. Sehingga bukan hanya mempermudah pekerjaan manusia, namun juga meningkatkan perekonomian domestik.

"Sehingga nantinya ekonomi rakyat itu tumbuh atas dasar berbasis teknologi, bukan ekonomi yang tumbuh atas dasar biasa-biasa saja atau business as usual," ungkapnya.

 Baca juga: Presiden Jokowi Ingin Indonesia seperti UEA, Lompat dari Pick-up Jadi BMW

Dia menyatakan, penerbitan UU 11/2019 tentang Sistem Nasional Iptek juga mewadahi para inventor, sehingga akan memudahkan pengembangan dan penelitian.

Pasalnya, dalam beleid itu juga diatur mengenai Litbang Jirap (penelitian, pengkajian, dan penerapan teknologi) untuk menghasilkan inovasi dan invensi.

Menurutnya, salah satu penelitian yang kini berhasil dilakukan adalah penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan campuran bensin, solar, dan avtur. Saat ini pemerintah memang telah menerapkan mandatori B20, yaitu bahan bakar bercampur 20% biodiesel.

"Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM. Kita bisa hemat 17,6 miliar dolar atau Rp 250 triliun," ujar Nasir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini