nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah, Presiden Jokowi: Tolong Dikalkulasi sebelum Dijaminkan ke Bank

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 19:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 06 470 2101607 bagikan-3-000-sertifikat-tanah-presiden-jokowi-tolong-dikalkulasi-sebelum-dijaminkan-ke-bank-IuZgFhJhjl.jpg Presiden Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah di Bali. (Foto: Okezone.com)

SUKOHARJO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah Surakarta membagikan 3.000 sertifikat tanah pada warga.

Penyerahan sertifikat tanah dilakukan Presiden Jokowi usai meresmikan pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, di Gedung serba guna Pandawa, Solobaru, Grugol, Sukoharjo.

Baca Juga: Jokowi Optimistis Sertifikat Tanah Seluruh Indonesia Selesai pada 2025

Seperti biasannya, saat menyerahkan sertifikat tanah pada warga, Presiden Jokowi kembali mewanti-wanti penerima sertifikat tanah untuk tidak menggadaikan sertifikat tanah miliknya itu ke bank.

"Ini kalau sudah pegang sertifikat, biasanya terus pengen disekolahkan. enggak usah malu, silahkan dipakai untuk agunan di bank. Titipan saya, tolong dihitung, dikalkulasi, bisa nggak nyicilnya setiap bulan," kata Presiden, Jumat (6/9/2019).

Presiden Jokowi Serahkan Sertifikat Tanah Kepada Warga Bogor

Dalam kesempatan itu, Presiden pun menyinggung masalah sengketa tanah yang selalu dijumpainya ketika berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Ingin Balik Nama Sertifikat Tanah, Berikut Cara dan Biayanya

Menurut Jokowi, sertifikat merupakan tanda bukti hak hukum atas tanah yang sudah jelas. Permasalahan sengketa tanah bisa memicu konflik antar tetangga, antara rakyat dan pemerintah, serta antara rakyat dan perusahaan swasta.

Oleh karena itu, Jokowi berharap sertifikat yang telah dibagikan tersebut dapat memberikan kepastian bagi para warga pemegang sertifikat.

"Sekarang panjenengan semua sudah tidak perlu khawatir terlibat sengketa karena telah mempunyai sertifikat yang sah. Tolong nanti sampai dirumah diberi plastik atau dilaminating supaya terhindar dari tetesan air saat musim hujan," imbaunya.

Ditambahkan Presiden, Kementerian Agraria dan Tata Ruang telah menargetkan pada 2019 mendatang, bagi tanah di Kabupaten Sukoharjo yang belum bersertifikat, seluruhnya akan disertifikasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini