nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sofyan Djalil: Saat Krismon, Pak Habibie Bisa Bikin Bangkit Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 12:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 12 320 2103904 sofyan-djalil-saat-krismon-pak-habibie-bisa-bikin-bangkit-indonesia-j6W5d0nSkv.jpg BJ Habibie, Menristek Periode 1978-1998. (Foto: Okezone.com/Dok. Kemenristekdikti)

JAKARTA - Presiden ke-3 RI BJ Habibie menghembuskan nafas terakhirnya di ruang CICU, Paviliun Kartika, RSPAD, Jakarta Pusat. Masyarakat Indonesia pun kehilangan sosok yang menjad Bapak Teknologi, tak terkecuali Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil.

Baca Juga: Tim R80 Berjanji Realisasikan Pesawat BJ Habibie

Bagi Sofyan Djalil, BJ Habibie merupakan sosok penting dalam memberikan pondasi kuat pada masa reformasi. Sehingga, Indonesia yang mengalami krisis moneter (krismon) pada saat itu bisa segera bangkit.

BJ Habibie

“Pak Habibie ini kan bapak yang memberikan pondasi yang sangat kuat, reformasi. Saya tidak bayangkan bahwa reformasi akan berjalan begitu smooth kalau presidennya bukan Pak Habibie waktu itu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Baca Juga: Pesan BJ Habibie: Jadilah yang Terbaik di Mana pun Berada

Menurut Sofyan, ketika itu sosok Habibie mengubah sistem pada pemerintahan sebelumnya yang terlalu sentralistik. Pasalnya, sistem pemerintahan sebelumnya cukup mengundang banyak kemarahan dari masyarakat Indonesia karena seperti dikekang

“Pak Habibie sebagai ilmuan percaya tentang teori bahwa foss energy itu harus disalurkan. Pada waktu kemarahan orang kepada sistem yang begitu kuat terhadap sistem sebelumnya, Pak Habibie kemudian membuka seperti air bah, itu waduknya dibuka supaya kekuatan air bah itu tidak menerjang waduk dan merusak semuanya,” jelasnya.

Pada saat itu juga dirinya menjabat sebagai Presiden Indonesia ketiga, tanpa ragu Habibie membuka informasi dan kritis kepada pemerintah seluas-luasnya. Termasuk juga informasi lewat media yang mana pada pemerintahan sebelumnya begitu dibatasi.

Tak hanya itu, BJ Habibie membuka kasus-kasus Hak Asasi Manusia (HAM). Sebelumnya banyak sekali kasus HAM yang tidak diproses secara hukum dan tidak dibuka kepada publik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini