JAKARTA - Kondisi perekonomian Indonesia saat ini dinilai kurang baik. Bila melihat hasil dari penggunaan uang negara tersebut, dampaknya masih kecil apalagi soal kemiskinan.
Head of Research Data Indonesia Herry Gunawan mengatakan, beban pemerintah paling besar adalah belanja infrastruktur dan belanja sosial. Khusus untuk belanja sosial diperuntukan salah satunya mengurangi tingkat kemiskinan.
Baca Juga: Resesi Ekonomi dan Kemunculan Satria Piningit, Ini Fakta Menariknya
“Kalau kita rata-rata, belanja sosial itu naik terus untuk orang miskin ya. Tapi anehnya angka kemiskinan turunnya pun tidak gede," jelasnya, di Apollo Cafe, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Selain itu, Herry juga menyoroti soal pengeluaran uang terbesar yang diperuntukan untuk subsidi. Apalagi di antara BBM, iuran BPJS Kesehatan hingga listrik rencananya akan dinaikan.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Jangan Harap Satria Piningit Selamatkan Ekonomi RI, Ini Kata Ekonom
“Ini semua biaya hidup mulai dari BBM, BPJS, iuran listrik naik semua, impactnya daya beli akan turun. Imbasnya pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai.
Dengan besarnya uang negara yang digunakan namun efeknya tidak besar, beban pemerintah semakin besar. Karena pemasukan saat ini tidak lebih dari pengeluarannya. Hal tersebut pun membuat Indonesia akhirnya membutuhkan utang kembali.
"Kantong pemerintah itu minus. Pemasukan (pajak + cukai) dikurangi dengan pengeluaran itu minus. Akhirnya, cara bayar utang adalah dengan utang. Kita tidak bisa lepas dari lingkaran ini," tegasnya.
Jadi, bila menganalogikan ekonomi Indonesia sama dengan tubuh manusia yang mudah masuk angin.
"Kondisi perekonomian Indonesia sedang buruk, ibaratnya tubuh manusia yang gampang masuk angin," tutur Herry.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.