nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cukai Rokok Naik 23%, Pelaku Industri Bisa Kurangi Produksi dan Karyawan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 20:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 18 320 2106534 cukai-rokok-naik-23-pelaku-industri-bisa-kurangi-produksi-dan-karyawan-Lw149a3VN4.jpg Rokok (Okezone)

JAKARTA - Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) menyebut putusan pemerintah tentang kenaikan cukai rokok rata-rata sebesar 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35% itu membuat pelaku industri hasil tembakau harus melakukan rasionalisasi.

"Rasionalisasi itu seperti pengurangan produksi maupun pengurangan karyawan," kata Ketua Umum GAPPRI Henry Najoan di Kantor GAPPRI, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

 Baca juga: Cukai Naik 23%, Penyerapan Cengkeh Akan Turun 30%

Menurut dia, pengurangan tenaga itu, Gappri belum bisa menyimpulkan. Sebab, pihaknya belum mendapatkan laporan dari para anggotanya. "Jadi, hal itu baru akan terlihat dalam 3 bulan ke depan," ungkap dia.

 Cukai Rokok

Dia menjelaskan, dampak kenaikan cukai dan HJE itu akan memukul semua industri. Seperti industri kecil, menegah dan besar akan ikut merasakan. Namun, masing-masing industri punya daya tahan yang berbeda-beda, tergantung modal yang dimiliki.

 Baca juga: Cukai Naik 23%, Gappri: Apakah Industri Tembakau Akan Dimatikan?

"Pelaku industri pun sebisa mungkin tak melakukan pengurangan tenaga kerja. Di mana efisiensi jumlah tenaga kerja itu pilihan terakhir," pungkas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini