nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Cara Brand Besar Jadi Viral di Twitter?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 17:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 26 320 2109710 bagaimana-cara-brand-besar-jadi-viral-di-twitter-YflgwrXMXw.jpg Twitter. (Foto: Okezone.com/Ist)

JAKARTA - Fenomena munculnya brand-brand besar di Twitter yang berani melempar tweet 'kocak' mulai menyebar. Pasalnya, mereka sering secara tiba-tiba membalas tweet orang-orang terkenal atau sesama brand terkenal.

Contohnya adalah Gojek yang membalas tweet Rich Brian di mana dia kangen masakan Indonesia meskipun sudah berada di New York. Tweet tersebut menjadi viral karena berakhir dengan Gojek yang memberikan makanan Indonesia secara langsung ke New York.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Hati-Hati, Jangan Sampai Pasar Lokal Dikuasai Produk Luar

Selain itu, ada juga admin Tokopedia di Twitter yang membalas tweet akun Grab. Kala itu, Grab ngetweet "kangen", sontak Tokopedia membalas, "biarin aja, biar tahu rasanya rindu." Tweet tersebut pun mengundang gelak tawa netizen dan mendapatkan banyak tweet serta like.

Ternyata, hal tersebut merupakan reaksi spontan saja yang dilakukan oleh para 'mimin' Twitter. Namun, tetap saja mereka terkadang harus meminta izin terlebih dahulu.

 Baca Juga: Presiden Jokowi Sindir Emak-Emak yang Suka Barang Impor

"Reaktif saja. Kita tanya dulu, kita boleh tweet enggak? Dalam rentang waktu 30 menit, baru dibales ok tweet aja, atau enggak. Ini sih salah satu contoh kreatif mimin Tokped," ungkap Senior Social Media Manager Tokopedia Radhitia Pradana di TCC Batavia Tower One, Kamis (26/9/2019).

"Salah satu strategi Tokped juga engage sama partner-partner kita. Nah itu biasanya reaktif aja tweet-nya," lanjutnya.

Di lain sisi, Head of Community & Social Marketing Traveloka Veriyanta Kusuma mengatakan, kalau brand besar harus punya strategi. Jadi, tidak sekadar mencari engagement.

"Sebagai company besar, kalau kita nge-tweet pasti kita dipelototin orang dari internal maupun eksternal. Kita harus punya strategi ke depannya, jadi enggak sekadar cari engagement. Ketika kita respons, sebisa mungkin kita arahin ke arah produk juga,enggak cuma conversation," jelasnya.

"Sebenarnya kita awal tahun ini mau evolusi brand, kita juga mau dikenal sebagai discovery platform. Kita juga mau engage dengan temen-teman di Twitter," katanya.

 Brand

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini