Share

Fenomena Bank Sentral Dunia Ramai-Ramai Turunkan Suku Bunga, Ada Apa?

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 27 20 2110159 fenomena-bank-sentral-dunia-ramai-ramai-turunkan-suku-bunga-ada-apa-EJyd4lZ34J.jpg Grafik Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

BALI - Bank Indonesia (BI) menyebut kebijakan ekonomi global mulai melonggar. Hal itu seiring dengan kebijakan beberapa bank sentral yang telah menurunkan suku bunga acuan di 12 negara.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, 12 negara yang menurunkan suku bunga itu seperti Amerika Serikat (AS), The Fed yang menurunkan suku bunga 25 basis poin (bsp) menjadi 1,75%.

Baca Juga: BTS Sumbang Ekonomi Korsel hingga USD37 Miliar

"Kemudian bank sentral India (RBI) menurunkan suku bunga menjadi 5,4%. Kemudian BSP dan bank sentral Filipina (BSP), menurunkan suku bunga 25 bsp menjadi 4,25%. Jadi lagi musim penurunan suku bunga dan juga inflasi di berbagai negara. Oleh karena itu, respons moneternya longgar," ujar dia di Anvaya Beach Hotel, Bali, Jumat (27/9/2019).

grafik

Menurut dia, penurunan suku bunga itu dibarengi dengan perlambatan ekonomi dunia.

"Kita ketahui, dengan adanya pertumbuhan ekonomi global yang turun, trade war, volume dagang turun, direspons semua negara yang alami pertumbuhan melambat. Dan neberapa bank sentral turunkan suku bunga," ungkap dia.

Baca Juga: Sesekali Mereda, Tensi Perang Dagang AS-China Diprediksi Belum Berakhir

Dia menjelaskan dengan adanya kebijakan moneter dan fiskal di Indonesia, maka negara ini masih punya kesempatan mendorong pertumbuhan ekonomi, meski tak begitu signifikan.

"Maka itu, dengan adanya situasi dan kondisi global ini, pertumbuhan Indonesia turut terpengaruh global yang kurang menguntungkan. Pertumbuhan ekonomi kita melandai, masih ada prospek naik tapi tidak begitu kuat. Masih bagus, tapi tak strong," ungkap dia.

Dia menambahkan saat ini, ada lima negara sebagai mesin penggerak ekonomi dunia, seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang, China, dan India.

"Sehingga, apabila pertumbuhan ekonomi lima negara tersebut melambat akan berdapak ke perekonomian global, termasuk juga Indonesia," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini