nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 9 Sektor Usaha Perusahaan Tercatat di BEI

Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 28 September 2019 09:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 27 278 2110135 ada-9-sektor-usaha-perusahaan-tercatat-di-bei-LvYjDU1xYV.jpg Bursa Efek Indonesia (Okezone)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai fasilitator perdagangan efek di Pasar Modal Indonesia memfasilitasi perdagangan 653 saham perusahaan yang tercatat di papan perdagangan BEI per tanggal 25 September 2019. Perusahaan Tercatat di BEI berasal dari beragam sektor usaha. BEI membagi sektor usaha perusahaan tercatat tersebut ke dalam sembilan sektor.

Kesembilan sektor itu adalah sektor pertanian (agriculture), pertambangan (mining), industri dasar dan kimia (basic industry and chemical), aneka industri (miscellaneous industry), industri barang konsumsi (customer good industry), properti, real estate dan konstruksi bangunan (property, real estate and building construction), infrastruktur, utilitas dan transportasi (infrastructure, utility, and transportation), keuangan (finance), serta perdagangan, jasa, dan investasi (trade, services, and investment).

 Baca juga: Ini Loh Proses Go Public

Sektor Pertanian terdiri dari enam subsektor, yakni Tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Lainnya. Sektor Mining terdiri dari subsektor Pertambangan Batubara, Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan Biji Logam, Penggalian Batu-batuan, Tanah Liat, Pasir, Penambangan dan Penggalian Garam, Pertambangan Mineral, Bahan Kimia, dan Bahan Pupuk, serta Penambangan Gips, Aspal, dan Gamping.

 BEI

Sektor Basic Industry mencakup subsektor Semen, Keramik, Porselen, Kaca; Logam dan sejenisnya. Industri Kimia; Plastik dan Kemasan, Pakan Ternak, Kayu dan Pengolahannya, Pulp dan Kertas, dan Lainnya. Sedangkan sektor Miscellaneous (Aneka Industri) tak terfokus pada satu bidang, meliputi subsektor Mesin dan Alat Berat, Otomotif dan komponennya, Tekstil dan Garmen, Alas Kaki, Kabel, dan Elektronika.

 Baca juga: Keterbukaan Informasi Perusahaan Tercatat

Sektor Consumer terdiri atas subsektor Makanan dan Minuman, Rokok, Farmasi, Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga, Peralatan Rumah Tangga, dan Lainnya. Sementara sektor Properti terdiri atas subsektor Properti dan Real Estat, Konstruksi Bangunan, dan Lainnya. Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi terbagi ke dalam subsektor Energi, Jalan Tol, Pelabuhan, Bandara, dan Sejenisnya, Telekomunikasi, Transportasi, Konstruksi Nonbangunan, dan Lainnya.

Sektor Finance (Keuangan) mencakup subsektor Bank, Lembaga Pembiayaan, Asuransi, dan Perusahaan Efek. Sementara Sektor Trade, Service, and Investment (Perdagangan, Jasa, dan Investasi) dibagi menjadi subsektor Perdagangan Besar, Perdagangan Eceran, Restoran, Hotel, dan Pariwisata, Advertising, Printing, and Media; Kesehatan; Jasa Komputer dan Perangkatnya; Perusahaan Investasi, dan Lainnya.

Pembagian sektor usaha ini diperlukan sebagai dasar pertimbangan investor agar dapat membagi investasinya ke dalam beberapa sektor sebagai upaya diversifikasi (meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan). Karena, perubahan regulasi dan tren dalam satu sektor saham bisa mempengaruhi naik-turunnya harga saham.

BEI mengukur pergerakan harga saham di setiap sektor dengan menerbitkan Indeks Saham Sektoral BEI. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, indeks adalah daftar harga sekarang dibandingkan dengan harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang. Di dalam dunia pasar modal, indeks atas saham maupun obligasi merupakan portofolio imajiner yang mengukur perubahan harga dari suatu pasar atau sebagian dari pasar tersebut.

Pada saat indeks saham bergerak naik, berarti harga sebagian besar saham-saham yang diukur oleh indeks tersebut bergerak naik. Sebaliknya, apabila indeks saham bergerak turun, maka sebagian besar saham-saham konstituen indeks bergerak turun. Dengan melihat pergerakan suatu indeks saham, maka investor dapat mengetahui performa harga secara umum atas saham-saham yang menjadi konstituen indeks tertentu. Selain itu, investor juga dapat mengetahui kondisi pasar saham secara umum apabila terjadi perubahan kebijakan dari dalam maupun luar negeri. (TIM BEI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini