nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keterbukaan Informasi Perusahaan Tercatat

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 09:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 278 2104343 keterbukaan-informasi-perusahaan-tercatat-oBlCMgFt05.jpg Bursa Efek Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Di pasar modal, keterbukaan atau transparansi menjadi kata yang sering didengar. Terutama berlaku untuk perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau yang juga disebut Perusahaan Tercatat. Mengapa demikian? Karena saham Perusahaan Tercatat dimiliki oleh banyak pihak (publik) sehingga setiap informasi material harus disampaikan secara terbuka agar bisa diketahui oleh masyarakat.

Keterbukaan informasi Perusahaan Tercatat harus dilakukan secara teratur, berkala, dan tepat waktu karena sangat memengaruhi pemodal dalam mengambil keputusan investasi dan sebagai bentuk perlindungan bagi pemodal. Salah satu ketentuan yang mengatur keterbukaan informasi Perusahaan Tercatat adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

Baca Juga: Kemudahan Perusahaan dengan Aset Skala Kecil dan Menengah untuk Melantai di Bursa

Peraturan ini mengatur kejadian/fakta material yang wajib disampaikan Perusahaan Tercatat kepada masyarakat setelah memperoleh tambahan modal melalui penggalangan dana dari masyarakat atau Initial Public Offering dan/atau Tercatat di Bursa Efek. Ketentuan mengenai keterbukaan informasi juga tertuang dalam Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Beberapa bentuk keterbukaan informasi yang disebutkan dalam peraturan ini antara lain adalah kewajiban penyampaian laporan berkala, penyampaian laporan insidentil, dan penyelenggaraan paparan publik (public expose).

Bursa Efek Indonesia

Laporan berkala terdiri dari laporan keuangan, laporan tahunan, dan laporan berkala lainnya. Public expose wajib diselenggarakan minimal satu kali dalam setahun dan dapat diselenggarakan pada hari yang sama dengan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Pada public expose, Perusahaan Tercatat dapat memaparkan kinerja dan prospek perusahaannya dihadapan calon investor, analis, perwakilan anggota bursa, serta media massa. Tujuannya adalah agar pihak-pihak tersebut dapat mengetahui kondisi dan prospek usaha Perusahaan Tercatat.

Baca Juga: Corporate Action, Informasi Material bagi Investor

Selain kewajiban penyelenggaraan public expose tahunan, Perusahaan Tercatat juga dapat diminta BEI untuk menyelenggarakan public expose insidentil apabila Bursa menilai bahwa Perusahaan Tercatat tersebut mengalami peristiwa atau kejadian atau terdapat informasi yang dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan pemodal. Penyelenggaraan public expose insidentil bertujuan untuk memberikan informasi yang merata kepada seluruh investor Perusahaan Tercatat.

Jika terdapat saham yang pergerakan harganya termasuk dalam kriteria tidak wajar menurut BEI, BEI akan menerbitkan informasi unusual market activity (UMA). Apabila pergerakan harga saham yang tidak wajar tersebut terus berlanjut, Bursa dapat menghentikan sementara perdagangan saham terkait. (suspensi).

Suspensi dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada investor atas pergerakan harga tidak wajar dan juga memberikan kesempatan kepada Perusahaan Tercatat untuk melakukan keterbukaan informasi secara memadai kepada seluruh investornya agar tidak terjadi assymetrical information.

Selain melalui situs web Bursa Efek, keterbukaan informasi juga dapat dilakukan melalui media massa nasional. Salah satu contoh penyampaian keterbukaan informasi adalah penyampaian laporan keuangan tahunan yang dilakukan melalui media massa nasional, website BEI, dan website masing-masing Perusahaan Tercatat.

(TIM BEI)

1
2

Berita Terkait

BEI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini