nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Corporate Action, Informasi Material bagi Investor

Sabtu 31 Agustus 2019 09:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 30 278 2098512 corporate-action-informasi-material-bagi-investor-lzvRBPwbOP.jpg Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)

JAKARTA – Setiap perusahaan yang efeknya terdaftar dan diperdagangkan di Pasar Modal Indonesia, disebut Perusahaan Tercatat. Setiap Perusahaan Tercatat beroperasi dengan dinamis sesuai bidang usaha dan industri masing-masing.

Setelah suatu Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), mereka wajib melakukan keterbukaan informasi terkait corporate action dalam rangka pengembangan perusahaan sebagai kewajiban transparansi di pasar modal Indonesia.

 Baca Juga: Mengenal Profesi Penunjang Pasar Modal

Informasi terkait corporate action termasuk salah satu informasi yang material bagi para pemegang saham atau investor dari masing-masing Perusahaan Tercatat karena setiap corporate action akan berdampak terhadap harga saham perusahaan.

Dalam definisi pasar modal, corporate action disebut sebagai setiap tindakan Perusahaan Tercatat yang dilakukan oleh Perusahaan Tercatat yang dapat berdampak terhadap harga atau nilai saham Perusahaan Tercatat.

Di antaranya adalah merger dan akuisisi, pembagian dividen, pembagian saham bonus, penerbitan Penambahan Modal Dengan atau Tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, Penerbitan warrant, atau lainnya.

 Baca Juga: Bijak Memilih Perusahaan Efek untuk Berinvestasi Saham

Semua aksi korporasi tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS adalah forum rapat yang dihadiri para pemilik saham Perusahaan Tercatat yang memiliki hak untuk mengetahui pengelolaan perseroan dari pimpinan yang bertanggung jawab yaitu direksi atau dewan komisaris.

Di dalam RUPS, kebijakan perusahaan ditetapkan sesuai dengan kondisi dan keadaan yang ada. Kewenangan RUPS diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perseroan.

Artinya, para pemilik saham pengendali atau pendiri perusahaan tidak dapat melakukan kebijakan secara sewenang-wenang. Selain membahas laporan keuangan perusahaan, RUPS diadakan untuk memutuskan aksi korporasi emiten, untuk meminta persetujuan para pemegang saham.

 Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

RUPS bertujuan untuk mengambil keputusan berdasarkan musyawarah mufakat. Namun, apabila jalan musyawarah tidak dapat dicapai, maka pengambilan keputusan akan dilakukan dengan cara pengambilan suara, keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh 50% anggota pemilik hak suara.

Aksi korporasi yang penting diantaranya, merger dan akuisisi. Merger merupakan penggabungan dari dua perusahaan sehingga menjadi satu. Proses merger melibatkan dua pihak, yaitu pihak pembeli semua aset dan liabilitas perusahaan yang di-merger dan pihak yang di-merger.

Perusahaan yang melakukan merger akan tetap ada dan menjadi surviving entity sementara perusahaan yang di beli atau di-merger akan hilang dan pemegang sahamnya akan menerima sejumlah uang tunai atau saham pada perusahaan yang baru.

 Baca Juga:  Saham sebagai Investasi Jangka Panjang yang Menarik

Akuisisi merupakan pengambilalihan atau takeover perusahaan target dengan cara membeli saham perusahaan target tersebut. Beda akusisi dengan merger adalah perusahaan yang telah dibeli akan tetap ada dan menjalankan operasi seperti biasa setelah akuisisi.

Ada lagi aksi korporasi yang disebut tender offer, yaitu suatu proses penawaran pembelian saham yang hendak dilakukan oleh investor. Tender offer dapat berbentuk tender wajib karena investor tersebut telah mengambil alih perusahaan tersebut sehingga menyebabkan perubahan pengendalian, maupun tender sukarela yang disebabkan rencana go private perusahaan.

Pembagian dividen merupakan aksi korporasi untuk membagi sebagian keuntungan (laba) perusahaan, yang besarnya ditetapkan melalui RUPS. Ada beberapa jenis dividen, di antaranya, cash dividend adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai.

Pada umumnya cash dividend lebih disukai oleh para pemegang saham dan lebih sering dilakukan oleh Perusahaan Tercatat jika dibandingkan dengan jenis dividen yang lain.

 Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Sedangkan stock dividend adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham. Right Issue/Preemptive Rights atau Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) adalah penambahan modal yang dilakukan Perusahaan Tercatat dengan memberikan hak kepada pemegang sahamnya untuk membeli saham dan/atau Efek Bersifat Ekuitas lainnya baik yang dapat dikonversikan menjadi saham, sebelum ditawarkan kepada pihak lain.

Pemegang saham yang berhak mendapatkan right (HMETD) adalah pemegang saham yang memiliki atau memegang saham perusahaan hingga batas akhir cum date. Jika pemegang saham tersebut tidak mengambil haknya, maka HMETD tersebut dapat dijual kepada investor lain dalam perdagangan right/HMETD di Bursa. Jadi right bertujuan untuk para pemegang saham lama dapat mempertahankan persentase kepemilikannya dalam perusahaan tersebut.

Tujuan right issue adalah untuk meningkatkan modal perusahaan, misalnya dalam rangka membiayai ekspansi bisnis, membeli mesin, membuat inovasi produk baru, atau untuk biaya akuisisi perusahaan lain. Selain itu, tujuan right issue bagi perusahaan adalah untuk membayar utang perusahaan yang telah jatuh tempo atau mengurangi beban utang yang ada sehingga keuangan perusahaan menjadi lebih sehat dan mengurangi beban bunga perusahaan.

Saham bonus adalah dividen saham yang diberikan secara cuma-cuma oleh Perusahaan Tercatat kepada pemegang saham, yang dapat bersumber dari agio saham atau saldo laba di ekuitas perusahaan yang dikapitalisasi menjadi modal.

Agio didapat dari selisih harga nominal saham dengan harga penawaran saham pada saat IPO (penawaran saham perdana) atau pada saat right issue, sedangkan saldo laba didapatkan dari akumulasi laba Perseroan saat menjalankan usahanya.

Stock split atau pemecahan saham adalah sebuah aksi korporasi yang dilakukan Perusahaan Tercatat untuk memecah nilai nominal saham menjadi nilai nominal yang lebih kecil. Stock split biasanya dilakukan pada saat harga saham dinilai sudah terlalu tinggi sehingga kemampuan investor untuk membelinya menjadi meningkat.

Stock split tidak menambah nilai saham perusahaan. Setiap corporate action akan didahului dengan pengumuman atau pemberitahuan dengan istilah-istilah yang mungkin baru didengar bagi investor pemula atau masyarakat umum. Antara lain cum date, ex date, recording date, payment date, trading periods, subscription periods, exercise price dan ratio. Nah, mari kita jabarkan artinya satu persatu.

Cum date adalah batas akhir tanggal kepemilikan saham yang dimana hak pemegang saham untuk mengikuti agenda aksi korporasi masih melekat. Payment date adalah tanggal pembayaran dividen tunai. Sedangkan trading periods adalah tanggal periode instrumen right dapat diperdagangkan.

Berikutnya, waktu untuk investor memiliki kesempatan melakukan konversi (penebusan) right atau saham bonus disebut periode subscription periods. Konversi right menjadi saham dilakukan pada harga yang telah ditetapkan (exercise price).

Sementara rasio digunakan untuk menghitung berapa banyak saham baru yang akan diperoleh oleh pemegang saham pada saat Perusahaan Tercatat melakukan right issue, stock split, reverse split, pembagian dividen saham, saham bonus atau warrant. (TIM BEI)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini