nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Profesi Penunjang Pasar Modal

Sabtu 24 Agustus 2019 10:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 23 278 2095679 mengenal-profesi-penunjang-pasar-modal-kv3sg7UbOs.jpg Bursa Efek Indonesia. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Terdapat beberapa profesi penunjang pasar modal yang menjadi pendukung kegiatan di Pasar Modal Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yaitu antara lain akuntan, penilai, notaris dan konsultan hukum.

Profesi-profesi penunjang pasar modal hanya bisa melayani pelaku pasar modal apabila telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memenuhi peraturan pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Menko Darmin: Pasar Modal Bukan Hanya untuk Pemilik Rumah di Atas Awan

Mari kita jelaskan satu persatu. Pertama, akuntan. Akuntan berperan dalam memberikan pendapat kewajaran (opini) atas laporan keuangan perusahaan yang dibuat manajemen perusahaan yang bersangkutan, baik yang akan berencana untuk go public maupun perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya (listed) di bursa.

Ilustrasi pencatatan saham di BEI

Salah satu tugas pokok akuntan adalah melakukan audit atau penelaahan terbatas (limited review) atas laporan keuangan yang wajib disampaikan kepada regulator (OJK dan Bursa Efek Indonesia) yang kemudian dipublikasikan secara berkala oleh perusahaan kepada publik melalui media massa setiap kuartal, semester, dan tahunan. Opini dari akuntan yang menyertai laporan keuangan akan memberikan nilai tambah kepada laporan keuangan menjadi wajar, andal, dan memiliki daya guna yang maksimal.

Baca Juga: 42 Emiten Lakukan Paparan Publik secara Online

Akuntan dapat memberikan opini terhadap laporan keuangan yang dipublikasi. Opini ini dapat menjadi acuan untuk menilai kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan Standar Akuntansi Keuangan dan peraturan yang berlaku serta menilai kelangsungan usaha perusahaan yang kemudian menjadi salah satu dasar pertimbangan stakeholder dalam mengambil berbagai keputusan keuangan.

Terdapat empat jenis opini akuntan, yakni Pendapat Wajar Tanpa Modifikasian, Pendapat Wajar Dengan Pengecualian, Pendapat Tidak Wajar, dan Tidak Menyatakan Pendapat.

Pendapat Wajar Tanpa Modifikasian (Unmodified Opinion). Pendapat ini disebut juga unqualified opinion, clean opinion, pendapat tanpa cacat, pendapat bersih, pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dan lain-lain. Akuntan akan memberikan pendapat atau opini seperti ini apabila laporan keuangan secara umum menggambarkan posisi keuangan dan hasil usaha yang wajar yang didasarkan pada penerapan standar akuntansi yang berlaku umum dan diterapkan secara konsisten.

Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion). Pendapat ini disebut juga pendapat wajar dengan pengecualian, qualified opinion, pendapat wajar dengan catatan, atau pendapat bersyarat. Pendapat atau opini ini akan diberikan oleh akuntan apabila:

Ilustrasi pencatatan saham di BEI

1. Akuntan setelah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, menyimpulkan bahwa kesalahan penyajian, baik secara individual maupun secara agregasi, adalah material tetapi tidak pervasif, terhadap laporan keuangan.

2. Akuntan tidak memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mendasari opini, tetapi akuntan menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuangan, jika ada, dapat bersifat material tetapi tidak pervasif.

Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion). Pendapat atau opini ini diberikan oleh akuntan apabila akuntan setelah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, menyimpulkan bahwa kesalahan penyajian, baik secara individual maupun secara agregasi, adalah material dan pervasif terhadap laporan keuangan.

Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer Opinion). Pendapat ini disebut juga no opinion atau tidak ada pendapat. Pendapat atau opini ini diberikan apabila:

1. Akuntan tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mendasari opini, dan akuntan menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuangan, jika ada, dapat bersifat material dan pervasif.

2. Ketika dalam kondisi yang sangat jarang yang melibatkan banyak ketidakpastian, walaupun telah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, akuntan tidak dapat merumuskan opini karena interaksi yang potensial dari ketidakpastian tersebut dan kemungkinan dampak kumulatif dari ketidakpastian tersebut terhadap laporan keuangan.

Kedua, konsultan hukum. Konsultan hukum adalah ahli hukum yang memberikan pendapat hukum kepada pihak lain dan terdaftar di OJK. Dalam proses go public, konsultan hukum berfungsi memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion) mengenai kepatuhan Perusahaan Tercatat.

Ketiga, notaris. Notaris adalah pejabat umum yang berwenang dalam membuat akta perubahan anggaran dasar Perusahaan Tercatat. Notaris pasar modal juga menghadiri setiap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan oleh Perusahaan Tercatat.

Keempat, penilai. Penilai (appraiser) adalah pihak yang memberikan penilaian atas aset perusahaan dan terdaftar di OJK. Selain itu, ada juga penasihat investasi (investment advisor), yaitu lembaga atau perorangan yang memberikan nasihat kepada Perusahaan Tercatat atau calon Perusahaan Tercatat yang berkaitan dengan masalah keuangan, seperti nasihat mengenai struktur modal yaitu menyangkut komposisi utang dan modal sendiri.

Inilah beberapa profesi penunjang di Pasar Modal Indonesia yang membantu pelaku pasar modal untuk mematuhi berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Masing-masing profesi penunjang pasar modal dipayungi asosiasi profesi masing-masing.

(TIM BEI)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini