nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bijak Memilih Perusahaan Efek untuk Berinvestasi Saham

Sabtu 17 Agustus 2019 09:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 16 278 2092927 bijak-memilih-perusahaan-efek-untuk-berinvestasi-saham-20PXW6Py1u.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Ibarat menabung uang di bank, atau menitipkan dana pada orang tertentu untuk modal usaha, langkah pertama yang dipastikan adalah bank atau partner yang ditentukan merupakan pilihan tepat dan bisa dipercaya. Sebab, hal itu berkaitan dengan masa depan dan keselamatan dana yang dititipkan. Kepercayaan adalah kunci.

Demikian, ketika berinvestasi di pasar saham, pemilihan perusahaan efek sebagai perantara harus bisa memberikan rasa nyaman berinvestasi karena bisa dipercaya. Ada beberapa indikator yang bisa dijadikan parameter untuk memastikan investasi Anda aman melalui perusahaan efek yang dipilih. Jika dilihat dari jasa yang diberikan, dikelompokkan discount broker dan full service broker.

Baca Juga: Saham sebagai Investasi Jangka Panjang yang Menarik

Discount broker hanya menawarkan jasa sebagai perantara perantara perdagangan. Dengan demikian tidak membantu investor dalam menentukan strategi bertransaksi, maupun nasihat investasi. Sedangkan full service broker menyediakan jasa sebagai perantara perdagangan dan nasihat investasi, yang ditopang oleh divisi riset yang memadai.

Jika Anda investor baru akan memilih broker, maupun investor perpengalaman yang mencari broker baru untuk penyebaran investasi, indikator utama yang wajib dipastikan adalah izin broker dari Otoritas Jasa Keuangan. Jangan tergiur dengan tawaran keuntungan investasi tanpa terlebih dahulu memastikan bahwa perusahaan tempat Anda menitip dana merupakan perusahaan dengan izin resmi dari otoritas. Jika tidak, Anda pasti sedang dihantui jebakan investasi bodong.

 Baca Juga: Berinvestasi Tidak Harus dengan Dana Besar

Berdasarkan pasal 1 ayat 21, Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, broker penuh mengantongi izin selaku perantara pedagang efek (WPPE), wakil manajer investasi (WMI), maupun wakil penjamin emisi (WPE). Agar bisa terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan beraktivitas sesuai ketentuan undang-undang, perusahaan tersebut harus memiliki Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB). Legalitas administratif ini bisa menjadi pegangan investor mengadukan persoalannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BEI ketika punya persoalan dengan broker yang dipilih.

 Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Akan lebih meyakinkan jika perusahaan efek (PE) yang dipilih punya rentang pengalaman yang cukup panjang dan terlibat dalam mendukung kemajuan Pasar Modal Indonesia. Dengan pengalaman yang panjang dan reputasi yang oke, akan tampak pula kekuatan modal maupun track record pemegang sahamnya.

Reputasi perusahaan sekuritas juga bisa dicermati dari seberapa sering keberhasilan yang diraih atau sanksi yang yang dijatuhkan otoritas bursa. Tentu saja yang dipilih adalah yang minim saksi, atau bahkan bebas dari sanksi otoritas. Reputasi bagus akan diikuti dengan respek investor yang tinggi, yang bisa dilihat dari seberapa banyak investor yang menjadi nasabah PE bersangkutan.

 Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Dari sisi investor, pasokan informasi yang memadai merupakan kebutuhan vital untuk mengambil keputusan. Untuk kepentingaan seperti ini, hanya mungkin dipenuhi jika PE yang dipilih punya divisi riset memadai dengan SDM analis yang kompeten, netral, dan objektif dalam menghasilkan riset. Indikator ini dapat dicermati dari hasil riset yang dikeluarkan yakni seberapa sering riset yang dihasilkan secara berkala serta cakupan industri dalam riset yang dihasilkan. Dengan demikian, investor punya banyak alternatif pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Kekuatan modal juga patut jadi variabel penilaian memilih PE. OJK membuat batasan modal PE melalui aturan tentang modal kerja bersih disesuaikan (MKDB). Semakin besar modal PE, semakin punya kapasitas mengakomodasi besaran nilai investasi investor.

Jika tidak didukung modal memadai, risiko gagal bayar maupun gagal serah saham bisa saja terjadi. Ada baiknya pula mencermati kemampuan likuiditas PE yang dipilih, dengan indikator sederhana berupa perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar. Jika aset lancarnya lebih besar maka likuiditas PE tersebut cukup aman.

Sementara itu, setiap keputusan investasi punya konsekuensi fee yang merupakan jatah PE berupa komisi sebagai perantara transaksi baik jual maupun beli. Cari informasi soal range komisi yang lazim dan pilihan yang dianggap relatif murah dibandingkan dengan kualitas pelayanan yang diterima.

 IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini

Soal transparansi merupakan tuntutan mutlak atas bisnis berlandaskan kepercayaan seperti di pasar saham. Lazimnya, transaksi jual beli saham selalu tercatat. Namun, sebagai wujud kepedulian pada aset Anda, biasakan diri mengecek lalu-lintas transaksi Anda. PE yang cukup bonafide selalu berkomitmen menyediakan fasilitas standar yang dibutuhkan investor seperti fasilitas margin trading, laporan penempatan dana, informsi aliran dana sampai transparansi atas setiap aktivitas transaksi. Tidak kalah penting, seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan fasilitas transaksi secara digital sudah menjadi hal lumrah. Bagi investor yang melek digital, fasilitas online trading jadi pilihan menarik yang perlu dipastikan saat memilih PE.

Melihat berbagai parameter yang perlu dicermati, bisa disimpulkan bahwa PE punya peran signifikan menentukan optimalisasi hasil investasi seorang investor. Karena itu, berlaku prinsip, teliti lebih dahulu, sebelum menjatuhkan pilihan PE yang jadi mitra investasi Anda. (TIM BEI)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini