nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Bisnis yang Berikan Cuan Besar di Asia

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Minggu 29 September 2019 21:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 29 320 2110689 3-bisnis-yang-berikan-cuan-besar-di-asia-ITZeP8B7NA.jpg 3 Bisnis yang Berikan Cuan di Asia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Beberapa waktu terakhir, wilayah Asia Pasifik disebut-sebut sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Banyak peluang investasi lintas sektor publik dan swasta yang ditawarkan.

Dengan label negara berkemban, kawasan Asia telah menyaksikan banyak arus masuk tidak hanya dana asing, tetapi juga dalam negeri. Oleh karena itu pun saat ini kebanyakan orang Asia menjadi lebih berhati-hati secara finansial.

 Baca Juga: Daftar 25 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia

Melansir Entrepreneur, Jakarta, Minggu (29/9/2019), secara keseluruhan, negara-negara berkembang diharapkan untuk menyumbang 60% dari pertumbuhan global dalam waktu 10 tahun. Sementara China sendiri telah berkontribusi sebesar 27%.

Sejak China berselisih dengan AS pada perang perdagangan, negara-negara seperti Vietnam, Indonesia, dan Singapura justru semakin memimpin dalam inovasi teknologi dan solusi lokal untuk masalah sedemikian rupa. Hal itu membuat startup di ketiga negara ini memperoleh pendanaan terbesar dari para pemodal ventura pada tahun 2019 sejauh ini.

 Baca Juga: Bisnis Internet Asia Tenggara Ditaksir Tembus USD240 Miliar pada 2045

Sejak 2012, lebih dari USD285 miliar telah diinvestasikan pada lebih dari 11.000 kesepakatan ekuitas di startup teknologi di wilayah Asia dan Pasifik yang membentang dari Cina ke Selandia Baru.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Beberapa perusahaan yang mendapatkan pendanaan terbesar di wilayah ini termasuk Ant Financial Services Group di China, perusahaan Gojek di Indonesia, dan Preferred Networks di Jepang.

Asia juga merupakan wilayah di mana sebagian besar inovasi teknologi terjadi, terutama di dunia kecerdasan buatan dan realitas virtual, yang dipelopori oleh Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, India, dan Indonesia. Tetapi sektor-sektor lain, seperti konsumen dan ritel, juga tidak jauh tertinggal. Saat ini setidaknya terdapat tiga sektor paling diminati di Asia.

1. E-commerce

India secara populer diharapkan menjadi pasar e-commerce besar berikutnya, dengan spesifik konsumsi barang. Kepopuleran e-commerce secara besar-besaran dalam dekade terakhir dengan Flipkart, Snapdeal, dan Firstcry di India mengimbangi Amazon di masa-masa awalnya. Bahkan para pemain besar baru di wilayah ini mungkin juga lokal.

2. Bisnis Online to Offline (O2O)

China adalah pemimpin dalam model bisnis online-ke-offline dan mereka akan terus berkembang, kata Orlovski. Online-to-offline adalah tempat platform digital digunakan untuk melakukan pembelian dari bisnis fisik, seperti yang dilakukan Alibaba di China melalui toko Hema, atau JD.com di toko 7Fresh.

Jack Ma bahkan menyebut ritel baru ini sebagai sebuah fenomena di mana batas antara perdagangan offline, seperti toko batu bata dan mortir, dan online hilang. Tak hanya itu, belanja pun kini telah menjadi pengalaman pribadi yang intim.

 

3. Pengiriman dan Logistik

Indonesia akan menjadi pasar pengiriman dan e-commerce yang sedang naik daun. Gojek, Lazada, Zalora, Bhinneka, Tokopedia dan Blibli adalah beberapa nama terbesar di sektor ini saat ini.

Industri ini digadang-gadang akan siap untuk tumbuh setiap tahun pada tingkat 9,3 persen atau senilai USD16,34 miliar pada tahun 2023. Jumlah pembeli online diperkirakan akan tumbuh menjadi 43,89 juta pada 2022. Sementara rata-rata belanja online terlihat naik menjadi USD375 juta.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini