Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rehabilitasi Irigasi di Negeri Laskar Pelangi, Menteri Basuki: Agar Pelayanan Tidak Turun

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 30 September 2019 |14:54 WIB
Rehabilitasi Irigasi di Negeri Laskar Pelangi, Menteri Basuki: Agar Pelayanan Tidak Turun
Bendung Pice Besar (Foto: Kementerian PUPR)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Bendung Pice Besar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Manfaat Bendung Pice Besar sebagai sumber air irigasi di Daerah Irigasi (DI) Selingsing, air baku PDAM Cabang Gantung serta memiliki potensi sebagai destinasi wisata di Pulau Belitung yang dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi.

Baca Juga: 30 Proyek di Selatan Jawa Rawan Bencana, Kereta Cepat Masuk Daftar

Konstruksi Bendung Pice mulai dibangun pada 2013 hingga 2016 yang membendung aliran Sungai Selingsing di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Pembangunan bendungan bertujuan untuk menggantikan peran Bendung Pice Besar lama yang dibangun Pemerintah Belanda tahun 1933-1936. Bendung Pice Besar dulunya digunakan sebagai bangunan pengatur muka air untuk mengatur kedalaman operasional kapal yang akan melakukan penggalian timah di Sungai Lenggang.

“Banyak saluran irigasi kita yang sudah dibangun pada masa lalu hingga kini belum pernah dilakukan rehabilitasi. Saat ini kita lakukan perbaikan agar pelayanan irigasi tidak menurun,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari laman Kementerian PUPR, Senin (30/9/2019).

Baca Juga: 5 Mega Proyek Termegah di Dunia

Bendung Pice Besar dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) VIII, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) dengan biaya sebesar Rp 137,8 miliar. Lebar Bendung Pice Besar 79 meter yang dilengkapi dengan 6 pintu elektrik dengan lebar masing-masing 8,75 meter dan 2 buah Spillway.

“Volume tampungan bendung adalah sekitar 77 juta m3 dengan elevasi muka air tertinggi sekitar 5 meter, sedangkan debit air yang dilepas ke hilir Sungai Lenggang sekitar 294 m3 per detik,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Birendrajana.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement