nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

30 Proyek di Selatan Jawa Rawan Bencana, Kereta Cepat Masuk Daftar

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 13:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 17 320 2105870 30-proyek-di-selatan-jawa-rawan-bencana-kereta-cepat-masuk-daftar-jg0177WOYh.jpg 30 Proyek Rawan Bencana (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut pesisir selatan jawa dalam satu dekade terakhir selain menghadapi risiko bencana geologis dalam bentuk gempa dan erupsi gunung berapi. Pesisir selatan jawa juga menanggung resiko bencana hidrometeorologis seperti bencana banjir, longsor dan gelombang pasang.

 Baca Juga: 5 Mega Proyek Termegah di Dunia

Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman mengatakan bahwa kerentanan Pulau Jawa mengalami peningkatan. Hal ini seiring kebijakan pembangunan ekonomi yang menghancurkan sabuk pantai selatan jawa, kawasan buffer zona sistem hidrologis di pegunungan dan infastruktur yang dibangun di zona bencana.

"Kami (Walhi), mengidentifikasi sekitar 30 titik proyek atau investasi dan kebijakan pemerintah di sepanjang pesisir selatan Jawa berpotensi meningkatkan risiko bencana," ujar dia di Kantor Walhi Jakarta, Selasa (17/9/2019).

 Baca Juga: 11 Proyek Kombinasi Pemerintah-Swasta Senilai Rp19,7 Triliun

Menurut dia, 30 titik itu, berupa tambang pasir besi, tambang emas, proyek infastruktur bandara dan transportasi darat. "Serta pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)," ungkap dia.

 Walhi

Sementara itu, Direktur Walhi Jakarta Tubagus menyatakan Jakarta dan Banten mengalami peningkatan bencana banjir dan rob sebagai dampak dari penurunan fungsi hidrologis kawasan tangkapan air sam kerusakan pesisir. Walhi juga menyoroti peningkatan kejadian bencana hidrometeorologis di Jakarta dan Banten.

"Kerentanan Jakarta dengan banjir dan kekeringan tidak bisa dijawab hanya dengan kebijakan sektoral atau persial administratif, tetapi harus di buatkan roadmap lintas batas Jakarta- Jawa Barat," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Walhi Jogja Halik Sandera mengatakan bahwa proyek-proyek strategis nasional selain meningkatkan kerawanan bencana di kawasan sumber material bangunan. "Berupa tambang semen di kawasan karst dan pasir di pesisir," tutur dia.

 Kereta Cepat

Direktur Walhi Jawa Barat Meiki Paendong menungkapkan beberapa proyek yang berpotensi meningkatkan risiko bencana. Seperti proyek pembangunan dua bandara di pantai selatan jalan tol dan kereta cepat yang membelah kawasan rawan pergerakan tanah, waduk Jatigede yang terletak di jalur Baribis yang mengancam masyarakat Kabupaten Sumedang dan Indramayu dengan banjir bandang.

"PLTU Pelabuhan Ratu yang berpotensi meningkatkan krisis pasca gempa karena gagal teknis," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini