nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berapa Anggaran Seleksi CPNS 2019? Ini Kata BKN

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 10:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 03 320 2112304 berapa-anggaran-seleksi-cpns-2019-ini-kata-bkn-y7YM64Q2e2.jpg Suasana Seleksi CPNS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengusahakan agar tes Calon Pegawai Negara Sipil (CPNS) 2019 tidak mengeluarkan uang sedikit pun. Pada tes CPNS tahun lalu, BKN merogoh dana Rp370 miliar untuk membuka 238.015 formasi.

Baca Juga: Penerimaan CPNS 2019 Dibuka Usai Jokowi Dilantik

Kepala Biro Humas BKN Muhammad Ridwan mengatakan, pada seleksi CPNS pada tahun ini, BKN berharap tidak satu Rupiah pun keluar dari APBN. Oleh karenanya untuk merealisasikan hal tersebut sudah ada beberapa opsi yang disiapkan oleh BKN.

“Itu yang kami inginkan (tanpa menggunakan APBN) makanya opsinya macem-macem,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (3/10/2019).

Infografis CPNS 2019

Menurut Ridwan, ada sekitar empat opsi yang disiapkan agar pembukaan CPNS ini bebas dari APBN. Salah satunya adalah dengan menggunakan fasilitas yang sudah dimiliki untuk tes CPNS 2019 nanti.

Baca Juga: Fakta Penerimaan CPNS 2019 Sudah Dekat, Nomor 6 Jadwal Tesnya

Fasilitas yang sudah dimiliki ada di 31 titik Kantor BKN diseluruh Indonesia. Kemudian ditambah dengan 7 fasilitas milik pemerintah daerah provinsi.

“Pak Bhima Haria (Kepala BKN) sampaikan empat opsi. Yang paling disenangi oleh BKN adalah kita makai fasilitas exisitng 31 titik lokasi plus 7 milik pemda,” jelasnya.

Namun lanjut Ridwan, jika hanya menggunakan fasilitas yang exisiting dipastikan tidak akan mencukupi. Oleh karena itu, langkah yang sedang dijajaki adalah melakukan kerjasama dengan instansi lainnya seperti perguruan tinggi.

Saat ini, tim panitia seleksi nasional tengah berkomunikasi secara intensif dengan pihak pihak perguruan tinggi. Termasuk untuk menanyakan apakah pada Oktober nanti ada agenda lain atau tidak agar komputer yang dimiliki apakah bisa dipinjam atau tidak.

“Kalau memungkinkan kita pengen pakai itu aja tapi enggak cukup kita harus ekspansi kerjasama dengan perguruan negeri sekolah yang dikelola Kemendikbud dan Kemenag tapu enggak tahu pasti mereka punya agenda di Oktober ada apa atau ada apa,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini