nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Sebut Tak Ada Banjir Impor Tekstil dari Pusat Logistik Berikat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 18:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 04 20 2113023 sri-mulyani-sebut-tak-ada-banjir-impor-tekstil-dari-pusat-logistik-berikat-whB3H2Kbs4.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Pemerintah menyatakan tidak ada banjir impor produk industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) melalui Pusat Logistik Berikat (PLB). Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai melakukan kunjungan langsung ke PLB PT UNIAIR dan PT Dunia Express, Sunter, Jakarta Utara.

Berdasarkan tinjauan tersebut, Sri Mulyani menyatakan ada dua poin yang membuat tudingan adanya banjir impor TPT dari PLB tidak benar. Pertama, importasi TPT melalui PLB sangat kecil dibandingkan pintu impor lainnya.

Baca juga: Impor RI Capai USD14,2 Miliar, Turun 15%

Kemenkeu mencatat, impor TPT melalui PLB hanya mencapai 4,1% dari total impor nasional, yang terdiri dari impor kawasan berikat, impor umum, dan impor PLB.

"Jadi kalau ada keluhan penyelundupan tekstil teoritisnya tidak menggunakan PLB. Maka ini kami harus mencari di mana persoalan sebenarnya," ujarnya di PLB, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (4/10/2019).

sri mulyani

Dia menjelaskan, total impor dari PLB itu juga tercatat 77% adalah produk dengan kategori A, yang perlu mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian, persetujuan impor Kementerian Perdagangan, dan laporan Surveyor.

"Jadi prosedur PLB itu ketat. Dia (importir) harus presentasi dulu ke kanwil, harus punya NPWP, rencana kerja," kata dia.

Sri Mulyani mengakui, pihaknya memang menemukan 15 perusahaan yang melakukan kecurangan impor melalui PLB. Para pelaku usaha tersebut memalsukan keterangan produknya, agar tidak perlu mendapat rekomendasi dari Kemenperin dan persetujuan Kemendag.

Baca juga: Tepok Jidat! Impor Migas Masih Jadi Penyebab Defisit Neraca Dagang

Namun menurutnya, perusahaan tersebut sudah ditindak oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu. Mengingat prosedur di PLB melakukan pengecekan langsung sampai ke dalam produk impor.

"DJBC akan melakukan pengawasan kepada importasi TPT melalui sinergi dengan DJP (Dirjen Pajak), serta pengawasan fisik melalui patroli terutama untuk mencegah penyelundupan Balepress (baju bekas)," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini