Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setelah PLN, Menteri Jonan Sindir Pertamina soal Pabrik Petrokimia

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 14 Oktober 2019 |17:25 WIB
Setelah PLN, Menteri Jonan Sindir Pertamina soal Pabrik Petrokimia
Jonan Sindir Pertamina (Foto: Okezone)
A
A
A

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian mencatat industri petrokimia menjadi pendorong defisit terbesar pada neraca perdagangan Indonesia. Pasalnya, industri ini belum mandiri di mana bahan bakunya masih mengandalkan impor dari luar negeri.

Industri ini tercatat mengimpor bahan petrokimia sebesar USD20 miliar atau Rp282,88 triliun setiap tahunnnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat industri petrokimia di Indonesia sudah lengkap subsektornya.

 Menteri ESDM Ignasius Jonan Dialog dengan WNI di Houston AS

Angka tersebut menunjukkan bahan Petrokimia dan bahan kimia menjadi 30% dari total barang impor nasional. Hal ini sama besarnya dengan barang modal dan barang konsumsi yang masing-masing sebesar 30%.

“Minyak paling banyak untuk transportasi. Gas mungkin masih lebih panjang, karena nanti akan gantikan batu bara untuk ganti PLTGU yang emisinya lebih rendah, PLTGU baru emisi di bawah 50 ppm. Ini akan kita dorong juga, tapi ini long term it has to go to petrokimia," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement